Perusahaan Swasta di Sumsel Belum Aktif Salurkan CSR

48
CSR ----- Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika berbicara soal perusahaan swasta yang masih belum aktif salurkan CSR. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Perusahaan swasta di Sumatera Selatan (Sumsel) terbilang banyak. Sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut belum aktif dalam menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR).

Fakta ini diungkap Gubernur Sumsel H Herman Deru saat melantik Pengurus Forum CSR Kesos Sumsel periode 2018-2022 sekaligus melaunching program Sumsel Peduli: One Day One Thousand, di Griya Agung, Palembang, Rabu (28/11/2018).

Herman Deru pun meminta, semua perusahaan yang berkiprah di Sumsel jangan menjadikan provinsi ini sebagai tempat transit saja.

Gubernur membeberkan, selama ini PPN sawit, karet, dan lainnya memang masuk ke Sumsel namun pada saat bagi hasil Sumsel tak mendapat apa-apa karena NPWP perusahaan sebagian besar dibuat di Jakarta. “Jangan dinilai besar kecilnya. Jangan malu-malu, keluarkan saja CSR. Walaupun kecil berikan saja,” ujar Deru.

Herman Deru menuturkan, CSR yang disalurkan secara rutin sebagian besar baru dilakukan BUMD dan BUMN. Sedangkan pihak swasta belum aktif berpartisipasi. Hal ini salah satunya disebabkan karena pemerintah kurang gencar mengingatkan.

“Kita ingatkan rekan-rekan kita yang NPWP di Jakarta agar ada keseimbangan karena mereka bergerak di berbagai provinsi,” ujar dia.

Herman Deru menjelaskan, banyak sekali perusahaan tambang yang ambil bagian berinvestasi selain PTBA. Namun diakuinya, kontribusi CSR yang diberikan perusahaan sebatas pada perusahaan itu-itu saja. Oleh sebab itu,  dia meminta semua perusahaan aktif menyalurkan CSR-nya, baik dari perusahaan pertanian, perkebunan, dan lainnya.

“Di Sumsel ini banyak sekali perusahaan tambang, saya kira bukan cuma PTBA yang untung. Di bidang pertanian, perkebunan juga banyak. CSR mereka ini yang kita perlukan karena kalau hanya mengandalkan APBD yang tidak sampai Rp10 triliun kita hanya bisa jalan di tempat. Untuk itu saya minta PT SP  segera berkoordinasi dengan pemerintah di kabupaten dan kota,” tegasnya.

Terkait pelantikan pengurus Forum CSR Kesos, Herman Deru mengingatkan agar forum ini terus bersemangat dan jangan ragu. Diapun memastikan akan terus membimbing dan mendorong aktivitas Forum CSR.

“Akan saya cek setiap saat. Berapa perusahaan terdata, yang memberikan CSR dan berapa yang sudah disalurkan. Semua akan saya cek,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Kesos Sumsel J Rianthony Nata Kesuma mengatakan, selain melantik pengurus mereka juga melaunching program One Day One Thousands. Kegiatan ini merupakan penggalangan dana atau donasi individu masyarakat, baik yang bekerja dalam lingkungan perusahaan atau masyarakat umum untuk menyisihkan seribu rupiah per hari untuk kepentingan kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

“Keberadaan forum ini adalah menjadi wadah menjembatani, memfasilitasi, dan mengkoordinir mengatasi masalah sosial. Target tujuan sustanaible tour. Termasuk menanggulangi bencana dan kemiskinan serta lainnya,” pungkas dia.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here