
Palembang, SumselSatu.com
Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tridinanti (Unanti) Palembang mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Outcome Based Education (OBE) di Aula Lantai 3, Sabtu (22/7/2023).
Kegiatan ini merupakan bagian implementasi Hibah Program Bantuan Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Mendukung Kampus Merdeka Mandiri Tahun 2023, yang diterima oleh Prodi Manajemen Unanti beberapa waktu sebelumnya.

Dalam kegiatan workshop kali ini Unanti mengundang satu orang narasumber, yaitu Dr Muhammmad Ichsan Hadjri, ST, MM, CHRM, CWM, Tim Kurikulum MBKM Universitas Sriwijaya (Unsri). Dalam kesempatan ini, Ichsan berbagi cerita mengenai praktik Kurikulum Unsri yang telah mengadopsi MBKM.
Ichsan mengatakan, pembentukan kurikulum MBKM merupakan sebuah program baru lecutan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI). Program ini diharapkan akan mendatangkan suasana baru bagi para pelajar di Indonesia agar lebih siap dan sigap saat lulus dari sebuah perguruan tinggi.

MBKM tidak bisa dilepaskan dengan Transformasi Pendidikan Tinggi yang mempunyai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU), antara lain: lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan rekognisi internasional, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipasif, serta program studi berstandar internasional.
“Dalam menjalankan ketiga program tersebut, setiap kampus harus berpegang pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dalam melakukan ekuivalensi mata kuliah dan konversi nilai,” ujar Ichsan.
Ketua pelaksana penelitian Dr M Ima Andriyani, SE, MSi, mengatakan, MBKM memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa dan mahasiswi untuk mengasah kemampuan mereka sesuai dengan bakat dan minat. Sementara itu, penyusunan kurikulum berbasis OBE dengan memikirkan bagaimana implementasinya pada MBKM.
“Mahasiswa mampu mengaplikasikan pembelajaran yang telah diterimanya di mana mereka mampu memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” ujar Ima.
Sementara Wakil Rektor 1 Unanti Dr Rosmalinda, ST, MT, mengatakan, Unanti sudah berbenah dan menggunakan MBKM. Seperti Prodi Manajemen sudah menerapkan magang bersertifikasi, studi independen dan pertukaran pelajar di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) ternama.
“Mohon nanti diterangkan secara detail oleh pak Ichsan, untuk menyempurnakan susunan yang sudah kami buat,” katanya.
Unanti, kata Rosmalinda, telah berkoordinasi dengan Unsri terkait materi OBE dan menjalankan MBKM, namun butuh masukan terkait konversi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan MBKM.
“Prodi Manajemen akreditasinya B. Dari baik sekali (penilaian akreditasi saat ini-red) menjadi unggul harus ada yang dibenahi di antaranya kualitas dosen dan lulusan,” ucapnya.
Workshop yang digelar selama dua hari itu, Sabtu dan Senin (22 dan 24 Juli) diikuti secara aktif oleh Dekan FEB Unanti Palembang Dr Msy Mikial, SE, MSi, AkCA, CSRS, serta para dosen yang tergabung dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi Prodi Manajemen.
Yakni, Dr Yolanda Vebyta, SE, MSi, Dr Sari Sakarina, SE, MM, Mariam Zanariah, SE, MSi, Lusia Nargis, SE, MSi, Hj Agustina Marzuki, SE, MSi, Dimas Pratama Putra, SE, Ak, MSi, Dian Septianti, SE, MM dan Aida Rakhmawati, SST, MA. #Fly