Palembang, SumselSatu.com
Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Prof Dr Hj Fatimah, SE, MSi, dikukuhkan menjadi Guru Besar (Profesor) di bidang Ilmu Manajemen. Pengukuhan itu dilakukan di Aula Gedung KH Faqih Usman Lantai 7 Kampus A, Kamis (3/11/2022).
Prof Fatimah yang merupakan Dosen Tetap Yayasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis meraih gelar Profesor berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor: 31763/MPK.A/KP.05.01/2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen. Berdasarkan SK Mendikbudristek tersebut, maka terhitung 1 Mei 2022 Fatimah dinaikan jabatannya menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen.
Dalam orasi ilmiah di acara pengukuhan itu, Prof Fatimah menyampaikan judul tulisan ‘Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia Era Revolusi Industri 4.0′. Ia memaparkan bahwa di era digitalisasi saat ini mengubah segalanya, baik itu pola pikir, pekerjaan, interaksi dengan manusia dan lain sebagainya.
“Perkembangan kehidupan yang semakin canggih ini membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat. Sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar manusia bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Fatimah.
Menurutnya, SDM merupakan salah satu determinan utama yang menentukan keberhasilan sebuah negara dalam memanfaatkan peluang dari revolusi industri 4.0. Untuk itu, kebijakan dan strategi yang tepat sangat diperlukan untuk menyiapkan SDM yang unggul, berdaya saing dan mampu menjawab kebutuhan maupun tantangan industri 4.0.
Selama enam tahun terakhir ini, jelasnya, pemerintah memang telah sangat terlihat untuk mendorong industri berbasis teknologi 4.0. Contohnya dengan program 1000 rintisan (start up). Pemerintah juga harus lebih aktif mempromosikan ketersediaan sumberdaya manusia atau tenaga kerja yang berkualitas untuk mendukung industri 4.0.
Sebab, tranformasi kebijakan pendidikan nasional dianggap lambat untuk memenuhi kebutuhan industri yang tumbuh. Untuk alasan ini kebijakan persiapan SDM diperlukan yang dibagi menjadi tiga langkah.
Pertama, dalam jangka pendek, pekerja potensial yang siap bekerja harus memiliki pengetahuan yang cukup melalui pendidikan kejuruan. Kedua, dalam jangka menengah, transformasi program perguruan tinggi harus lebih disesuaikan dengan kebutuhan industri. Ketiga dalam jangka panjang, ada kebutuhan akan kebijakan nasional sehingga masyarakat memiliki ide yang memadai mengenai profesi baru yang dihasilkan oleh revoulusi 4.0.
Untuk memenuhi kualifikasi sumberdaya manusia yang baik, lanjut dia, harus memperhatikan beberapa hal. Yakni, skill yang dimiliki, etos kerja yang baik, mempersiapkan beberapa tim untuk melakukan perekrutan yang profesional.
“Juga menyiapkan skema kebutuhan, melakukan proses penyeleksian karyawan, memberi pelatihan SDM dan melakukan evaluasi dan pengembangan,” bebernya.
Lebih lanjut jelas Prof Fatimah, Disruption Era yang ditandai dengan penetrasi penggunaan teknologi informasi hampir ke seluruh aspek kehidupan. Disruption Era harus dilihat sebagai peluang dengan kacamata yang optimistis. Karena era ini sangat potensial dalam menciptakan peluang baru dengan mekanisme yang lebih efisien. Hal tersebut tentu tidak bisa dihindari lagi dan setiap individu harus siap merespon, berpacu dengan kecepatan teknologi.
“Perusahaan/organisasi/lembaga harus menghadapi persaingan dengan menjadi organisasi yang agile (organisasi yang bisa merespon perubahan yang terjadi baik secara eksternal maupun internal dengan gesit dan cepat) agar tetap sustain. Tuntuan efisiensi dan layanan yang harus lean, accessible, integrated serta pemanfaatan big data merupakan suatu keniscayaan,” ujarnya.
Di era industri 4.0 fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), jelas Prof Fatimah, menjadi semakin strategis dan penting sehingga memerlukan sistem pengembangan praktisi MSDM yang lebih komprehensif, terstruktur, terukur dan terstandarisasi.
“Di Indonesia standar kompetensi bidang MSDM dituangkan dalam surat keputusan Kenakertrans RI Nomor: 37 Tahun 2014 (Kementrans, 2014). Sejak disahkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang MSDM berarti semua aktivitas, program dan strategi pengembangan kompetensi praktisi MSDM di Indonesia seyogyanya mengacu pada kerangka resmi ini,” jelasnya.
Hal yang tak kalah penting, bahwa ada filosofi manajemen sumberdaya manusia yakni menciptakan pegawai yang bermotivasi kerja tinggi. SDM yang bermotivasi tinggi adalah SDM yang memiliki kesediaan (willingness) melakukan usaha tingkat tinggi (high levels of effort) guna mencapai tujuan organisasi yang dikondisikan oleh gaji, pemberian insentif finansial, pemberian tunjangan dan pemberian kualitas kehidupan kerja.
“Dalam memeriksa kemampuan kerja dan kemauan kerja, manajer sumber daya manusia harus memeriksa hasil kerja dalam motivasi kerja pegawai dan berusaha mengambil strategi dan kebijakan manajemen sumberdaya manusia yang diperlukan untuk memperbaiki motivasi kerja pegawai atau memperbaiki kemampuan kerja dan kemauan kerja pegawai. Dengan begitu, manajer harus mengerjakan konsep dan teknik penilaian prestasi kerja dan manajemen karier,” ucapnya.
Rektor UMP Dr Abid Djazuli, SE, MM, mengatakan pengukuhan Prof Fatimah menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen dapat memberi motivasi bagi dosen lain untuk bisa meraih hal yang serupa.
Di UMP saat ini telah memiliki 402 dosen tetap. Dilihat dari jabatan akademiknya, terdiri 3 orang guru besar, 65 orang Lektor Kepala, 153 orang Lektor dan 117 Asisten Ahli. Sedangkan dosen yang telah menyelesaikan S3 berjumlah 104 orang tersebar di berbagai fakultas dan program studi.
“Ada tujuh orang calon guru besar yang sudah kita ajukan ke kementerian untuk diproses. Harapan saya semakin banyak guru besar yang ada di UMP ini dan berasal dari berbagai fakultas seperti kedokteran, teknik, ekonomi dan lainnya,” ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof Dr Iskhaq Iskandar, MSc, mengucapkan selamat kepada Prof Fatimah dengan pengukuhan guru besarnya. Iskhaq menegaskan, bahwa puncak karir seorang dosen itu adalah menjadi guru besar, karena untuk meraihnya bukanlah mudah.
“Kita akan tunggu karya-karyanya. Semoga akan mampu membawa ilmu manajemen menjadi salah satu rujukan bagi yang lainnya,” katanya. #Ari