Polisi Persoalkan Izin Pemakaian Stadion GSJ

41
RUSUH-Aksi oknum suporter yang merusak kursi di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, saat Sriwijaya FC menjamu Arema FC.

Palembang, SumselSatu.com

kasus perusakan fasilitas Asian Games di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang berbuntut panjang setelah venue yang diperuntukan cabor sepakbola wanita pada perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia itu digunakan dalam laga Liga 1.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, seluruh venue di komplek Jakabaring Sport City (JSC) sebetulnya telah disterilkan dari seluruh aktifitas diluar Asian Games. Namun, dirinya mengaku sempat bingung saat Sriwijaya FC (SFC) menggunakan lapangan GSJ ketika melawan Arema FC hingga menimbulkan kerusakan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Kasatreskrim dan Kapolresta Palembang, pihak manajemen juga harus dimintai keterangan, baik dari Sriwijaya FC maupun manajemen PT JSC. Setahu saya itu tidak boleh lagi digunakan untuk fasilitas selain Asian Games,” kata Zulkarnain, Rabu (25/7/2018).

Kapolda pun mengaku sempat mencoba meminjam Dinning Hall di wisma atlet pada April dan Mei 2018 lalu melalui surat resmi untuk digunakan sebagai tempat pendaftaran calon bintara. Namun permintaan itu ditolak karena lokasi seluruh kawasan komplek Jakabaring sudah steril dari kegiatan.

“Artinya apapun kegiatan di komplek JSC mestinya untuk Asian Games, tapi ini kenapa untuk liga masih boleh. Padahal masih banyak lapangan yang lain. Saya minta pertanggungjawaban pengelola JSC. Saya harap itu fasilitas itu gunakan dulu untuk Asian Games, jadi jangan untuk yang lain,” ujarnya.

“Jikapun ada kelalaian dari pihak manajemen ataupun Sriwijaya FC, mereka dapat diancam dengan pasal 55 – 56 KUHP tentang ikut serta atau ikut membantu terjadinya tindakan kriminal. Jika terbukti bisa dikenakan pidana, siapapun itu, baik manajemen Sriwijaya FC maupun PT JSC sebagai pengelola,” ujarnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here