Palembang, SumselSatu.com
Sesuai instruksi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Proyek Pembangunan Pipa Gas Grissik-Pusri (PPGGP) diberi waktu hingga Maret 2018 mendatang untuk dapat menyelesaikan pengerjaan di kawasan Jalan Noerdin Pandji Palembang. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PU BM-TR) Provinsi Sumsel Megawati.
“Ya, Pertagas masih memiliki sisa waktu sekitar 4 bulan lagi untuk menyelesaikan semuanya itu. Karena permintaan Pak Gubernur tiga bulan sebelum Asian Games digelar di Kota Palembang tak ada lagi pengerjaan,” ujarnya.
Megawati menjelaskan bahwa proyek Pertagas sudah dua bulan telah distop oleh, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Namun hingga kini PT Pertagas belum juga merelokasi pipa gas yang telah tertanam di kawasan tersebut.
“Sejauh ini prinsipnya Pemprov Sumsel masih menunggu Pertagas, jika Pertagas ingin mulai kembali untuk melakukan pengerjaan proyek tersebut tetap diperbolehkan,” jelasnya.
Namun ia mengungkapkan, jika Pertagas menginginkan pengerjaan lagi di kawasan tersebut, pihak Pertagas harus mengikuti aturan dari Pemprov Sumsel dengan melibatkan perwakilan dari Pemprov sebagai pengawas saat pengerjaan.
“Syarat lain titik pengerjannya pun harus bergeser, artinya jangan terlalu dekat sebab area yang dipakai Pertagas adalah Ruang Manfaat Jalan (Rumaja). Sebab jika terlalu mepet dikhawatirkan ketika terjadi pelebaran jalan oleh Pemprov tidak bisa dilakukan.
Menurutnya, saat ini rekomendasi tersebut juga telah dikeluarkan dan diberikan kepada Pertagas dan itu yang harus diikuti. Selain itu, mereka juga diminta saat bekerja kembali menggunakan sistem metode Horizontal Directional Drilling (HDD). Pemprov Sumsel juga meminta agar jalan yang sudah digali supaya diperbaiki dan ditutup seperti semula.
“Jadi mereka kita minta untuk menggunakan sistem HDD, mereka saat melakukan pertemuan belum lama ini juga telah setuju dan menyanggupinya,” jelasnya.
Dengan dimintanya Pertagas menggunakan sistem HDD oleh Pemprov agar pengerjaan lebih rapi dibanding sistem yang mereka gunakan sebelumnya.
“Di mana sebelumnya Pertagas menggunakan sistem Open Cut atau dikenal pengalian tanah yang terbuka sepanjang jalan. Kalau sistem HDD, agar rapi dan juga tidak terjadi longsor di kawasan Jalan Pandji Noerdin,” ucapnya. #ard