Sandiaga Uno Berbagi Tips Menjadi Pengusaha

65
NGOPI ---- Sandiaga S Uno saat berbicara di acara Ngobrol Pintar (Ngopi), Jumat (7/12/2018), di Gunz Cafe, Palembang. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Selain sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, Sandiaga S Uno juga dikenal sebagai pengusaha muda. Saat berkunjung ke Palembang, Sandiaga pun berbagi tips menjadi pengusaha sukses.

Tips menjadi pengusaha dijabarkan secara singkat oleh Sandiaga menjawab pertanyaan Ruli, seorang mahasiswa, pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Gunz Cafe, Jumat (7/12/2018) malam. Acara tersebut dihadiri relawan dan kaum muda milenial.

Sandiaga menjelaskan, kunci kesuksesan dalam menjalankan bisnis adalah pertama, sumber daya manusia (SDM) yang dipakai harus memiliki integritas. Kedua, memiliki passion dan energi dalam bekerja sehingga bisa memajukan usaha. Ketiga, SDM harus memiliki intelegensi.

“Alhamdulillah dari satu perusahaan saya menjadi 28 perusahaan. Di bidang infrastruktur,  konsumsi, konsultan, dan lainnya,” kata Sandi.

Menurus Sandi, satu kampus harusnya ada satu pusat wirausaha. Untuk itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) akan mengajak perguruan tinggi (PT) untuk menciptakan wirausaha baru di tempat yang subur yakni di kampus.

Sebelumnya, saat memberi sambutan, Sandi mengaku, dirinya tidak pernah berpikir jadi pengusaha. Semua berawal ketika dirinya kena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 20 tahun lalu.

“Namun ada hikmah di balik itu, dari karyawan, harus menjadi pengusaha. Saya memulai semua dari kecil, yakni membuka konsultan keuangan, dan akhirnya saya bisa berkembang. Berkat kerja keras,  kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas. Saat ini ada 30 ribu pegawai di perusahaan saya di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai pengusaha, Sandi melihat peluang bisnis di Sumsel yang cukup menarik. Dia menilai, usaha kuliner dan ekonomi kreatif mendominasi ekonomi di Sumsel saat ini.

“Saya tidak ingin memecah belah. Kita bicara ekonomi, kita akan bersatu. Kita fokus membuka lapangan kerja, 2019 mulai usaha, UMKM maju, ekonomi berkembang, dan komoditas naik. Pemerintahan berpihak kepada rakyat,” katanya.

Pada sesi tanya jawab, selain mahasiswa yang menanyakan soal tips jadi pengusaha, ada juga pengunjung bernama Hadi yang menanyakan soal pajak yang dirasa memberatkan petani kopi.

Menanggapi pertanyaan ini, Sandiaga mengatakan, pajak bagi petani kopi memang memberatkan, mengingat obat- obatan untuk pertanian mahal.

“Saya tidak hanya berjanji tapi membuktikan, fokus dan komit mensejahterakan petani. Kalau kita terpilih, kita hapus pajak, kita bantu pemasarannya. Dengan kerja keras 133 hari ke depan, dengan memilih Prabowo dan Sandi,  insyaallah menjadi petani kopi tidak pahit. Karena Indonesia dikenal kopinya, Sumsel punya kopi bagus, kenapa merek asing diberi peluang usaha?  Kopi lokal bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri,” ujarnya.  

Ada juga pertanyaan dari relawan terkait daftar pemilih tetap (DPT) tambahan sebanyak 31 juta. Sekjen Partai Berkarya Prio Budi Santoso mengatakan, parpol pendukung Prabowo – Sandi khawatir ini menjadi pintu masuk kecurangan. “Kalau mau mendukung Prabowo dan sandi, relawan harus siap mengawal TPS,” kata dia.

Prio menambahkan,  para sekjen partai pendukung Prabowo – Sandi akan ke KPU RI dan Bawaslu RI,  untuk protes kalau angka 31 juta itu tidak jelas.

“Kalau bisa menjelaskan 31 juta itu, kita bisa menerima, kalau penjelasan KPU RI dan Bawaslu tidak jelas,  kita akan protes. Tidak boleh ada suara hantu. Orang mati bisa hidup. Baru lahir bisa milih.  Kita ingin cek, telusuri. Semua pendukung militan Prabowo dan Sandi harus mengawasi suara Prabowo dan Sandi di TPS. Hayo semua bergerak, pelototi TPS agar tidak terjadi kecurangan,” tegasnya.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here