Stabilkan Harga Karet Melalui Kelompok Tani

55
BAHAS KARET ---- Rapat pembahasan akhir rancangan gubernur tentang penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengawasan bahan olah karet standar Indonesia, Jumat (4/1/2019), di kantor Dinas Perdagangan Sumsel. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Harga karet sempat turun sangat signifikan. Dinas Perdagangan beserta stakeholder terkait berupaya menjaga stabilitas harga dengan membentuk kelompok petani karet.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Yustianus, saat rapat pembahasan akhir rancangan gubernur tentang penyelenggaraan, pengelolaan, dan pengawasan bahan olah karet standar Indonesia, Jumat (4/1/2019), di kantornya, mengatakan, harga karet memang mengikuti harga pasar internasional.

Hanya saja, di lapangan sering ditemukan beberapa oknum yang memainkan harga. Ini tentu salah satu masalah yang harus diatasi. “Jadi para petani akan menerima satu harga dari petani sampai ke dalam pabrik,” ujarnya.

Yustianus menjelaskan, nantinya para petani kecil akan dibuatkan kelompok. Lalu, petani bisa bersama-sama menjual karet kelompok yang tentunya dalam jumlah cukup besar. “Jadi para petani tersebut sudah mendapatkan satu harga yang pasti. Dibandingkan petani yang hanya memiliki 20 kg karet dan langsung menjualnya maka tentu saja harga yang diberikan relatif lebih murah,” katanya.

Nantinya, Dinas Perdagangan Sumsel akan mendata dan memberikan kewenangan kepada kelompok kecil ini untuk menjual hasil karetnya kemana saja. “Jika kelompok ini sudah ada, penyelewengan harga dari pabrik atau tengkulak akan lebih bisa diminimalkan,” kata Yustinus yakin.

Lebih lanjut Yustianus menjelaskan, saat ini harga karet siap olah atau karet yang berupa lembaran-lembaran, harganya 1,5 dollar US/kg. Harga tersebut setara dengan Rp 23 ribu.

“Sekitar 40 persen dari total harga tersebut, itulah yang seharusnya diterima dari petani saat akan menjual karetnya kepada pabrik. Harga karet saat ini di pabrik seharusnya sudah mencapai angka Rp9.200. Seperti janji RI 1 akan membeli karet seharga Rp8.500. Tentu harga pasar jauh lebih tinggi. Tapi harga ini tentu akan terus berubah-ubah,” bebernya.

“Petani juga diharapkan untuk terus mengikuti perkembangan supaya tahu harga pasaran saat ini. Serta telah bersatu dalam kelompok agar tidak terjadi kecurangan harga seperti yang sering dialami petani selama ini,” pungkasnya.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here