Palembang, SumselSatu.com
Mulai tahun 2024, angkot feeder penghubung Light Rail Transit (LRT) tidak gratis lagi karena jumlah penumpang yang terus meningkat.
“Kebijakannya sudah tidak lagi digratiskan, termasuk dua trayek yang selama ini dibiayai oleh Pemko Palembang,” ujar Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa, Kamis (21/12/2023).
Dua rute/trayek yang jadi tanggungjawab pendanaan Pemerintah Kota (Pemko) Palembang, yakni Talang Kelapa- Asrama Haji, dan Asrama Haji- Sematang Borang via Noerdin Pandji.
“Dua trayek ini berbayar menjadi maksimal sekitar Rp2000-Rp4000 per penumpang,” katanya.
Selain itu, lima trayek lainnya juga berbayar. Yakni, Asrama Haji- Talang Betutu, Polresta Palembang-Perumahan OPI, DJKA-Tegal Binangun, RSUD Fatimah-Sukawinatan dan Stadion Kamboja-Bukit Siguntang.
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKAR Sumsel) Rode Paulus mengatakan, jumlah penumpang LRT terus meningkat, karena disokong keberadaan feeder LRT yang ada di Kota Palembang.
“Sebanyak tujuh koridor feeder LRT yang tersebar itu bisa membawa penumpang 5976 rata rata per hari,” katanya.
Menurutnya, selama ini tanggungan subsidi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) atau Pemko Palembang digunakan untuk operasional feeder LRT.
“Bukan untuk gaji sopir, tapi lebih ke operasional saja agar lebih maksimal,” katanya. #ari