Pimpinan DPRD Sumsel Dilantik

24
PELANTIKAN---Hj R A Anita Noeringhati, SH, MH, H M Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM, Kartika Sandra Desi, dan H Muchendi saat dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumsel, di dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Palembang, Rabu (23/10/2019). (FOTO: IST/HUMAS DPRD SUMSEL)

Palembang, SumselSatu.com

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) 2019-2024 dilantik. Pelantikan Hj R A Anita Noeringhati, SH, MH, sebagai Ketua DPRD Sumsel, dan H M Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM, Kartika Sandra Desi, dan H Muchendi sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel, dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumsel, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Palembang, Rabu (23/10/2019).

Pelantikan atau pengambilan sumpah/janji Pimpinan DPRD Sumsel itu dilakukan Kepala Pengadilan Tinggi Palembang Dr Soedarmadji, SH, MHum.

Sekretaris Sekretariat DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban menyampaikan, pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Sumsel itu menyusul Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (SK Mendagri) Nomor 161.16-5395 Tahun 2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Mendagri telah memutuskan dan menetapkan Hj R A Anita Noeringhati, SH, MH, H M Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM, Kartika Sandra Desi, dan H Muchendi sebagai Pimpinan DPRD Sumsel.

Anita Noeringhati bersyukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan kepadanya. Terima kasih juga ia tujuhkan kepada Partai Golongan Karya (Golkar) yang telah memberikan tugas kepadanya.

Alhamdulillah syukur karena saya ditetapkan sebagai Ketua DPRD, saya minta dukungan dan kerjasamanya kepada unsur-unsur Pimpinan, Anggota DPRD Sumsel, masyarakat Sumsel, dan media,” kata Anita.

Ia berharap lembaga DPRD Sumsel yang bertugas melakukan pengawasan, penganggaran, dan legislasi dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Dan banyak PR bagi DPRD Sumsel ke depan. Semoga lembaga ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekali lagi mohon doa dan dukungan,” kata Anita.

Dia menjelaskan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Anggota DPRD Sumsel lima tahun ke depan, terutama beberapa proyek pembangunan di Kota Palembang yang pengerjaannya tersendat. Seperti pembangunan Jembatan Musi 6, ganti rugi lahan Jembatan Musi 4.

“Terutama Musi 4 ini, anggaran sudah kami sahkan, di induk maupun perubahan. Tetapi sampai bulan Oktober belum dilaksanakan, nanti akan kami evaluasi,” katanya.

Anita juga mengatakan, program prioritas yang juga diperjuangkan DPRD Sumsel lebih kepada tentang pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.

“Pendidikan dan berobat gratis akan kami ke depankan, dengan anggaran sesuai undang-undang bagi masyarakat bisa ter-cover lewat APBD Sumsel,” katanya.

Untuk bidang pariwisata, kata Anita, akan lebih menggaungkan Sumsel lewat semua potensi Sumsel, mulai dari kuliner dan budaya. Karena Sumsel sudah begitu dikenal baik dalam skala nasional maupun internasional. Ia berharap ada kucuran dana APBN.

“Kita mengharapkan bantuan APBN, sehingga pembangunan di Sumsel tidak hanya bagus di Palembang, tetapi merata di seluruh Sumsel,” katanya.

Gubernur Sumsel Herman Deru berharap sinergitas DPRD Sumsel dengan Pemprov Sumsel terjalin dengan baik, sehingga pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana.

“Saya berharap hubungan sinergis DPRD dan Pemprov Sumsel dalam mitra sejajar dapat terus dilanjutkan. DPRD bersama gubernur dapat membentuk peraturan provinsi, dan mengatur anggaran provinsi, dan pemberian izin rencana kerjasama. Melaksanakan pembangunan di daerah, sehingga dapat meningkatkan pembangunan secara nasional,” kata Deru. #arf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here