Ternyata Ini Alasan Asworo Tega Membunuh Tunangannya

Tersangka Asworo dan mendiang Wiwit semasa hidup.

Palembang, Sumselsatu.com –Berkat kesigapan dan kesabaran Tim Rimau Polda Sumsel dalam melacak keberadaan Martinus Asworo (33), akhirnya tersangka pelaku tunggal pembunuhan terhadap tunangannya Chatarina Wiedjawati alias Wiwit (30) tertangkap di Lampung pada Senin (12/6/2017) lalu.

Namun siapa sangka ternyata motif pembunuhan tersebut bukanlah karena faktor selingkuh atau perampokan. Berdasarkan penyelidikan sementara, Asworo mengaku kesal karena bingung tak mempunyai uang untuk melanjutkan rencana pernikahan pada September 2017 nanti.

Informasi sementara dari pihak Polda menyebutkan, motif pembunuhan itu diduga karena Asworo bingung tidak punya uang untuk persiapan pernikahannya. Apalagi ia baru mengetahui bahwa saldo di rekening milik korban hanya sekitar Rp700 ribu-an saja.

Pusing dengan saldo uang yang di luar dugaan itu, Asworo mulai kesal dan akhirnya merencanakan pembunuhan. Dalam perjalanan pulang menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, ia menghabisi nyawa tunangannya itu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan Asworo kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui kronologis dan motif pembunuhan, setelah tersangka ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum di Lampung. “Sekarang lagi diperiksa intensif tentang motifnya,” ujar Agung, Selasa (13/6/2017).

Asworo Martinus saat diciduk petugas.

Rencananya Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto akan merilis dengan menghadirkan tersangka Asworo dihadapan awak media hari ini. Namun, karena alasan masih proses pemeriksaan, ekspos penangkapan ditunda sampai besok.

Dari keterangan yang didapat, pembunuhan tersebut dilakukan Asworo di dalam mobil Innova hitam yang disewanya di kawasan Kebun Sayur, Kecamatan Sukarami, Palembang pada 8 Mei lalu. Saat itu, keduanya hendak menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Sambil mengemudi, Asworo menonjok wajah tunangannya yang duduk di sampingnya. Dengan emosi, Asworo mengambil kunci setir dan memukuli korban berkali-kali. Lalu, Asworo membuang korban ke semak-semak dan jasad korban baru ditemukan warga membusuk empat hari kemudian.

Asworo ditangkap tim Rimau Polda Sumsel di Lampung setelah kabur selama satu bulan usai kejadian tersebut. Dari pengakuan Asworo, dirinya sedang membutuhkan uang untuk banyak keperluan, salah satunya persiapan pernikahan dengan korban September 2017.

Ia pun berpura-pura mengajak tunangannya terbang ke Yogyakarta untuk melakukan preeweding. Saat itu Asworo menjemput korban di kosannya di Prabumulih, Minggu (7/5). Sebelum terbang, Asworo mengajak korban menginap di Hotel Azza Palembang. Namun saat itu Asworo pulang ke mess tempatnya bekerja di kawasan Ilir Timur II Palembang.

Keesokan harinya, Asworo kembali ke hotel untuk menjemput korban menggunakan mobil yang disewanya. Lalu dia mengajak korban ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk terbang dari Palembang.

Ternyata saat itu Asworo belum memesan tiket pesawat. Padahal, mereka merencanakan ke Yogyakarta pada hari itu juga. Belum sampai di bandara, Asworo justru membunuh korban. (min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here