TMC Belum Signifikan Kurangi Kabut Asap

KABUT ASAP---Komisi V DPRD Sumsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dampak kabut asal, Senin (2/10/2023). (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dinilai tidak signifikan untuk mengurangi kabut asap yang tengah melanda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akibat periode El Nino atau fenomena naiknya Suhu Muka Laut (SML) yang mempengaruhi cuaca di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel H Mgs Syaiful Padli, ST, MM, saat rapat dengar pendapat (RDP) terkait
pengaruh asap dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (2/10/2023).

Dalam rapat itu Syaiful mengatakan, TMC secara anggaran terlalu besar tapi dampaknya belum signifikan. Karena itu, dia mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumsel dapat memberikan imbauan menyiram tanaman sehingga bisa menghasilkan oksigen dan bukan hanya mengharapkan dari TMC.

“Pola tradisional bisa dilakukan dengan menggerakkan mobil pemadam kebakaran untuk proses penyiraman tanaman,” katanya.

Sementara Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel H David Hadrianto Aljufri, SH, berharap Dinas Pendidikan (Disdik) agar berbuat yang terbaik bagi siswa sekolah.

Rapat dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel Dr H Trisnawarman, MKes, Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Sumsel Drs H Sutoko, MSi, Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana, SSTP, MM, dan !nggota Komisi V DPRD Sumsel H Rizal Kenedi, SH H Alfrenzi Panggarbesi, SSos, Hj Susilawati, SH, MKn dan Herman. #ari

8 poin rapat dengar pendapat:

1. Memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang karhutla dan melibatkan masyarakat dalam penanggulangan karhutla.
2. Mengutamakan proses pencegahan sebelum penanganan.
3. Dinas Pendidikan Sumsel agar segera membuat pemetaan SMAN dan SMKN yang berdampak karhutla.
4. Masuk sekolah mulai pukul 08.30 WIB dan pulang sekolah maksimal pukul 14.30 WIB.
5. Mengefektifkan proses belajar mengajar baik secara daring maupun luring.
6. Mengimbau kepada anak sekolah menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
7. BPBD Sumsel supaya melakukan monitoring alat pemadam kebakaran pada perusahaan perusahaan yang berada di daerah rawan karhutla.
8. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here