Musi Rawas, SumselSatu.com
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melibatkan pihak investor dalam upaya mengurus jalan-jalan kabupaten, khususnya yang turut dipakai pihak perusahaan dalam beroperasi. Kerjasama yang dilakukan dalam rangka peningkatan dan perawatan jalan kabupaten.
Kepala Dinas (PUBM) Mura, H Aidil Rusman mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera mengundang para investor, baik perkebunan maupun bidang lain, yang operasionalnya menggunakan jalan kabupaten.
Seperti PT PHML yang menggunakan jalan dari arah Sungai Bunut dan Ngestiboga II. PT BSC dan PT Lonsum yang menggunakan ruas jalan dari Desa Muara Rengas dan Desa Anyar. Lalu, PT Lonsum Gunung Bais Kelingi IV yang melewati jalan Simpang Jatun dan Marga Sakti.
“Kita undang para investor untuk sharing bersama-sama dalam melakukan peningkatan jalan yang khusus mereka lewati. Untuk aktivitas yang dilakukan setiap saat,” jelas Aidil Rusman di ruang kerjanya, Kamis (26/7/2018).
Menurutnya, dalam sharing itu nanti dibahas kontribusi perusahaan dalam upaya peningkatan jalan. Misal, jika ada peningkatan jalan membutuhkan dana Rp1 miliar maka dibagi dua, 50 persen merupakan kontribusi perusahaan. Cara ini dicoba Dinas PUBM untuk mengajak pihak investor bersama-sama dalam meningkatkan jalan.
“Memang, untuk tahap awal ada sebagian investor yang sudah diundang dan ada juga dalam proses akan diundang yang lainnya menggunakan program corporate social responsibility (CSR),” kata dia.
Dengan adanya kerjasama seperti ini setidaknya dapat membantu, khususnya dalam percepatan pembangunan jalan Kabupaten Mura. Sebab, jalan-jalan kabupaten juga digunakan oleh para investor, umumnya untuk mengangkut hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan crude palm oil (CPO) yang memiliki tonase besar.
Aidil Usman menjelaskan, berdasarkan catatan Dinas PUBM Mura, perusahaan yang ikut menggunakan jalan kabupaten mencapai puluhan dan mayoritas dari sektor perkebunan. Sementara target jalan yang butuh dilakukan peningkatan sekitar 80 kilometer (km), dan yang butuh perawatan 105 titik, baik rutin maupun periodik. Sebagian besar sudah berjalan dan sesuai dengan kontrak akhir tahun.
“Untuk sekarang hingga akhir bulan Juli sudah 20 persen dan ketika sudah masuk proses pekerjaan aspal maka progres fisiknya akan cepat meningkat. Bila tidak selesai maka putus kontrak,” ungkapnya.
Aidil menambahkan, untuk tahun lalu tidak ada tidak ada yang diputus. Karena ketika masuk bulan Oktober rata-rata perusahaan memacu untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Aliudin menegaskan, dewan memberikan apresiasi langkah kerjasama yang dilakukan Dinas PUBM Mura dengan para investor untuk percepatan peningkatan jalan kabupaten.
“Ya, ini terobosan di mana dengan kerja bersama seluruh komponen pembangunan di Kabupaten Mura tentunya mempercepat pembangunan masyarakat di segala bidang. Intinya, semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. #gky