Oknum Anggota DPRD Tinju Anggota Satlantas

865
Korban Bripka Ahmad Syahyadi menunjukkan luka di bibir akibat penganiayaan (kiri) dan bukti laporan polisi. (FOTO : SS1/HENGKY)

Musi Rawas, SumselSatu.com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas Utara (Muratara) Idil Wahyudin (53), warga Kenanga II Kota Lubuklinggau, diduga kuat melayangkan tinju ke seorang Anggota Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Mura. Tak cuma itu, polisi itu juga dicekik dan diancam.

Akibat kejadian, korban mengalami luka pecah bibir. Polisi yang menjadi korban pemukulan adalah Bripka Ahmad Syahyadi (31), warga Jalan Cendana Blok W, Perumnas Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat, melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mura, Jumat (3/8/2018) sekira pukul 15:30. Laporan tertuang dalam laporan Nomor STTLP/121/VIII/2018/SPKT tanggal 3 Agustus 2018.

Korban Ahmad Syahyadi mengatakan, tindak pemukulan terjadi saat dilakukan gelar rekonstruksi oleh Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mura. Saat kejadian, korban ikut terlibat dalam rekonstruksi yang dihadiri tersangka serta pihak keluarga.

“Saya ini lagi tugas dan ikut terlibat dalam rekonstruksi tersebut. Sedangkan, oknum Anggota DPRD Muratara tersebut hadir sebagai orangtua, anaknya yang terlibat juga ikut dalam gelar rekonstruksi,” tutur Ahmad Syahyadi usai melakukan visum dan melapor ke SPKT Polres Mura.

Saat kejadian, korban sedang mendengarkan penjelasan dari Anggota Satreskrim dan berada di dalam mobil sesuai rangkaian rekonstruksi. Tiba-tiba tersangka mendekati korban sambil menunjuk seraya mengancam dengan kata-kata ‘Mati kau‘.

“Dia (tersangka-red) itu datang dekati saya di dalam mobil seraya menunjuk dan mengeluarkan kata-kata ancaman. Setelah itu, saya keluar mobil dan yang bersangkutan tiba-tiba mendekati lalu mencekik dan meninju saya,” ujar Syahyadi.

Pemukulan itu terjadi di hadapan banyak orang, bahkan ada Kasatlantas, Kasatreskrim, anggota polisi yang terlibat dalam proses rekonstruksi, dan masyarakat umum. Akibat kejadian itu, korban tidak melanjutkan rekonstruksi.

“Ini menjatuhkan harkat martabat Polres Mura. Rekonstruksi dalam Mapolres, saya polisi, tetapi dipukul seperti itu. Jadi, saya laporkan ini sesuai aturan hukum,” kata Syahyadi.

Pantauan di lapangan, rekonstruksi yang digelar aparat Satreskrim Polres Mura terpaksa dihentikan setelah adanya peristiwa tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Muratara Suhadak saat dikonfirmasi membenarkan Idil Wahyudin merupakan Anggota DPRD Muratara dan masih aktif.

“Yang bersangkutan dari PPP dan saat ini masih aktif sebagai anggota legislatif Muratara,” kata Suhadak.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapat konfirmasi dari Idil Wahyudin. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here