Wartawan di PALI Ditodong Kawanan Bandit

62
PENODONGAN---Wahari, wartawan Radar Palembang yang bertugas di Kabupaten PALI, saat menunjukkan lokasi penodongan terhadap dirinya, Rabu (10/10/2018). (FOTO: SS1/HABIBIE)

PALI, SumselSatu.com

Wahari, wartawan Radar Palembang yang bertugas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menjadi korban tindak kejahatan pembegalan. Kawanan bandit menghentikan laju kendaraan bermotor dan merampas barang milik korban.

Bermula pada Rabu (10/10/2018), Wahari berangkat dari tempat tinggal di Desa Jeramba Besi, Kecamatan Talang Ubi, PALI, menggunakan sepeda motor menuju Kota Pendopo, Talang Ubi.

Saat melintas di jalan yang menghubungkan Desa Jeramba Besi-Simpang Raja, Talang Ubi, tiba-tiba, dari semak-semak yang berada di pinggir jalan, keluar dua orang tidak dikenal. Salah seorang pelaku membawa senjata api (Senpi) jenis pistol berlari ke arah Wahari, dan menodongkan pistol serta melakukan pengancaman.

“Dia (pelaku-red) ngomong, turun, turun, kalau tidak, kutembak,” ujar Wahari saat menunjukkan lokasi kejadian kepada wartawan dan polisi.

Pelaku lainnya, membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang panjang. Setelah Wahari turun dari sepeda motor Honda Revo warna hitam yang digunakan untuk menjalankan tugas-tugas jurnalistik, pelaku juga meminta paksa telepon genggam (Telgam) milikinya.

Setelah mendapatkan barang curian, kedua pelaku kabur mengendarai motor hasil rampasan menuju arah Kota Pendopo.

“Saya ada janji liputan di salah satu instansi, jadi berangkat dari rumah sekitar pukul 05:00, subuh, takut terlambat. Waktu sampai di TKP tiba-tiba ada orang keluar dari semak-semak di pinggir jalan,” tambah Wahari.

Beberapa menit kemudian, ada kendaraan yang melintas, dan Wahari menumpang dan ke arah Simpang Raja untuk meminta bantuan warga.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Talang Ubi. Polisi pun datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan. #abi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here