Wimnus Siap Kembangkan Wirausaha Muda di Sumsel

262
CIPTAKAN PELUANG ---- Para anak muda saat mengikuti seminar nasional yang digelar Wimnus untuk merangsang kemauan menciptakan peluang usaha. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Anak muda di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel), harus mulai mengubah mindset mencari kerja jadi kemauan untuk berbisnis. Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) pun siap mengembangkan para wirausaha muda di Sumsel.

Demikian tekad yang mengemuka pada acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wimnus Sumsel periode 2019 – 2024 dengan ketuanya Tama Padipka, Minggu (17/2/2019), di Hotel Graha Sriwijaya, Palembang. Pada kesempatan ini digelar juga seminar nasional.

Acara dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wimnus, Syafii Effendi dan Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel Prof dr HM Edwar Juliarta.

Edwar Juliarta mengatakan, wirausaha muda adalah bagian komunitas para anak muda yang mempunyai ide kreatif.

“Kita membutuhkan anak-anak seperti ini, namanya peluang tidak bisa kita tunggu, harus diciptakan.Kita mengapresiasi mereka yang telah mempunyai ide-ide, yang mampu membaca peluang, mencari fortunity, kita berharap ini menjadi embrio yang bisa ditularkan kepada para pemuda di luar sana,” ujarnya.

Menurut Edwar, pemuda menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah pilihan. Namun kadang pilihan tersebut tidak bisa diraih.

“Namanya pilihan, kadang-kadang kita juga harus dipilih, tidak ada yang bisa menakdirkan mau menjadi apa kita. Sembari pilihan yang tepat mampir di kita, pilihan lain perlu dilihat, dibaca, dan dipertimbangkan, apakah kaum milineal hanya ingin menadah saja kepada kedua orangtua? Saya harap tidak demikian,” kata Edwar.

Sementara Syafii Effendi menuturkan, jumlah penduduk Indonesia sudah berada di angka 260 juta, yang kalau dihimpun menjadi sebuah barisan, akan menjadi kekuatan emporium dunia.

“Ini yang dilakukan negara besar seperti Turki, mereka membuat kerumunan menjadi sebuah barisan. Artinya, harus ada nilai kepemimpinan dari kecil, sehingga mereka mampu mengambil risiko menjadi kontributor terhadap peradaban dunia,”papar Syafii.

Dia pun menilai Indonesia mempunyai potensi untuk itu. Memang, sebagai langkah awal harus mempunyai kekuatan uang. Untuk membangun kemandirian yang kokoh diperlukan biaya guna membangun peradaban dunia di Indonesia.

Masih terkait perubahan mindset pemikiran anak muda, Ketua DPD Wimnus Sumsel, Tama Padipka,  mengatakan, mengubah mindset anak muda di Sumsel agar menjadi pemuda mandiri, baik secara mental, wawasan, dan keuangan, menjadi tantangan tersendiri.

“Pemuda kurang percaya diri untuk memulai menjadi wirausaha, berbeda dengan pemuda yang ada di luar, di sana tujuannya adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Itulah yang kita mau ubah untuk anak muda jangan setelah tamat dari sekolah malah mencari kerja, namun harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here