2018, Sudah 105 Guru SMA/SMK Pensiun

90
Ilustrasi guru mengajar di kelas.

Palembang, SumselSatu.com

Berangkat dari kekurangan guru SMA/SMK Negeri di Sumsel dipastikan melonjak di tahun 2018. Selain disebabkan moratorium penerimaan Aparatur Negeri Sipil (ASN) sejak 2014 lalu, indikator lain yang menjadi penyebab kekurangan guru ini dikarenakan adanya guru yang pensiun setiap tahunnya.

Di tahun 2018 ini saja tercatat ada sebanyak 105 guru SMA/SMK yang akan pensiun dan berkas usulannya sudah masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel.

“Tahun ini saja sudah ada 105 guru yang berkas usulan pensiunnya sudah masuk, dan data ini kemungkinan akan bertambah lagi,” ungkap Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan Sumsel Sri Wahyuni, Kamis (4/1/2018).

Menurut dia, berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumsel saat ini Provinsi Sumsel kekurangan sebanyak 1.600 guru PNS untuk jenjang SMA/SMK.

“Kalau setiap tahun ada pensiun tentu kekurangan tenaga pendidik jenjang SMA/SMK ini akan terus bertambah,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo, MPd, menyebutkan dampak yang dirasakan dengan terjadinya kekurangan guru SMA/SMK ini membuat aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak berjalan maksimal.

“Dinas Sumsel juga pernah menemukan ada sekolah tingkat SMA yang hanya memiliki satu guru ASN,” bebernya.

Dikatakan dia, penambahan guru honor di setiap sekolah tidak memberikan efek yang maksimal untuk menutupi kekurangan guru tersebut. Menurutnya, penambahan guru honor bukan solusi. Widodo berharap, moratorium penerimaan ASN segera dicabut dan segera merekrut guru ASN dan memetakan kebutuhan guru di masing-masing daerah.

“Sifatnya sudah mendesak, kami berharap usulan kebutuhan guru di Sumsel bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here