60 Persen Lulusan SMK di Sumsel Langsung Bekerja

34
Kepala Bidang (Kabid) Disdik Provinsi Sumsel Erlina

Palembang, SumselSatu.com

Berdasarkan data yang diperoleh dari Provinsi Sumatera Selatan, TPT  lulusan SMK menurun dengan persentase data menunjukkan di angka 60 persen lulusannya telah bekerja sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Untuk Sumsel lulusan SMK sudah lebih dari setengahnya mendapat lapangan pekerjaan sesuai ilmu yang mereka terima di sekolah. Data terakhir lulusan SMK langsung bekerja, berada di angka 60 persen, hal ini tentu sudah menunjukkan peningkatan di tahun 2017, yang hanya berjumlah sekitar 50 persen dari total siswa SMK,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Disdik Provinsi Sumsel Erlina, Minggu (11/11/2018).

Kata dia, lulusan SMK TPT dipengaruhi kurangnya sumber daya manusia (SDM) pengajar untuk sekolah kejuruan. Di mana, tingkat guru produktif pada SMK tidak maksimal dan sesuai dengan jumlah siswa yang di ajar.

“Siswa banyak, gurunya sedikit jadi bagaimana. Kadang dalam beberapa mata pelajaran, harus dihendel dengan satu orang guru. Padahal sekolah kejuruan harus fokus terhadap teknik bidang tertentu. Semestinya solusi dari pemerintah pusat yaitu menambah jumlah penerimaan CPNS untuk guru kejuruan. Masalah lain lagi yakni, ketika kita memperoleh guru produktif, tapi mereka hanya berstatus guru honorer, tentu perlahan ada beberapa yang menyerah dan lari,” jelasnya.

Kemudian untuk permasalahan revitalisasi SMK yang telah dilakukan pada awal 2017 lalu melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016. Sumsel telah menerima bantuan dan prosesnya berjalan lancar dalam dua tahun terakhir ini.

“Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) yang dikeluarkan pada September 2016 kemarin, Sumsel khususnya Palembang sudah menerima kucuran dana, dan berjalan lancar. Di dua tahun ini, dana tersebut telah kami proses di beberapa SMK sebagai pembangunan laboraturium praktek,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMK N 4 Palembang Ramot menambahka, lulusan SMK yang telah diterima bekerja cukup banyak, namun memang kurang terpublikasi. Di SMK N 4 sendiri, pada tahun 2017 lulusan yang sudah bekerja berjumlah 12.138 orang, dari total siswa lulus yakni 21.776. Ini menunjukkan jika alumni SMK sudah meluluskan siswa yang langsung bekerja dengan persentase di angka rata-rata 55,74 persen.

“Terbukti, lebih dari setengah lulusan SMK langsung bekerja. Mendengar permasalah TPT SMK, sebenarnya kendala besar bukan dari siswa. Tapi karena kesejahteraan guru di Indonesia masih kurang diperhatikan, hingga saat ini saja kendala masih disebabkan gaji pokok dan tunjangan sertifikasi tidak sesuai dengan golongan dan masa kerja. Padahal beban kerja guru SMK berbeda dengan sekolah menengah biasa. Dan guru SMK memiliki tanggung jawab lebih besar, mudah mudahan ke depan semua guru semakin sejahtera,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here