Palembang, SumselSatu.com
Prof Dr Ir H Anis Saggaf, MSCE, berpeluang besar untuk kembali melanjutkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri). Dalam Rapat Senat Unsri, Anis mendapatkan dukungan terbanyak.
Anis mendapatkan 49 suara atau 66 persen lebih dari 74 suara anggota senat. Berada di posisi kedua, Prof Dr Ishak Iskandar, MSc, dengan perolehan 15 suara atau 20 persen lebih, dan diikuti Prof Dr Ir Andy Maulana, MSc, yang mendapat delapan suara atau 10 persen lebih. Kemudian, M Abu Bakar Siddik, ST, Meng, PhD, mendapatkan dua suara. Sedangkan Prof Dr Ir Amin Rejo MP tidak memperoleh dukungan. Dengan perolehan suara tertinggi, Anis memiliki peluang besar untuk kembali menjadi Rektor Unsri.
Rapat Senat Unsri tertutup itu digelar setelah kelima Calon Rektor Unsri Periode 2019-2023 itu melakukan paparan program kerja di Palembang, pada Jumat (12/7/2019) lalu.
Selanjutnya, nama yang masuk tiga besar perolehan suara senat disampaikan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia (RI).
“Mereka (Kemenristekdikti-red) akan melakukan proses pemilihan tahap kedua, dan akan 42 suara yang digunakan oleh Menristekdikti,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsri Periode 2019-2023 Prof Alfitri, MSi.
Sebelumnya, Alfitri mengatakan, paparan program kerja untuk menilai para calon Rektor Unsri.
“Melihat calon visioner komitmen memajukan Unsri. Mekanismenya calon mengemukan gagasan, strategi menyakinkan pemilihnya, dan suara menteri,” kata Alfitri.
Anis Saggaf mengatakan, semua calon rektor ingin membangun Unsri lebih baik lagi ke depan. Dia berharap, setelah rektor baru terpilih, maka civitas akademika Unsri harus bersatupadu untuk membuat Unsri lebih maju lagi.
“Setelah selesai pemilihan rektor ini, tidak boleh saling jegal, tidak mendukung program rektor terpilih. Itu tidak boleh terjadi di pendidikan,” kata Anis.
“Alhamdulillah dalam paparan visi dan misi ini semua sejuk. Saya bangga, mahasiswa peduli. Mahasiswa Unsri kegiatannya hingga Asean dan internasional, tidak hanya akademik yang naik. Tapi kegiatan mahasiswa naik,” tambah Anis. #nti