Palembang, SumselSatu.com
Kopi Ratu Lembang yang merupakan produk warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang mulai dijual ke luar negeri. Ekspor atau pengiriman barang dagangan ke luar negeri itu dilakukan beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, beberapa hari lalu, Kopi Ratu Lembang, Kopi Rutan Kelas Satu Palembang telah ekspor ke Singapura,” ujar Kepala Rutan (Karutan) Muhammad Rolan, AMdIP, SH, MH, kepada SumselSatu, Kamis (16/10/2025).
Rolan menyampaikan, untuk tahap awal, bubuk kopi yang mereka jual ke luar negeri baru delapan kilogram.
“Baru delapan kilogram. Kan terbagi-bagi dalam bungkus. Tapi ini kan baru tahap awal. Mudah-mudahan ke depan ada lagi pemesan dari luar negeri. mudah-mudahan pasar dunia suka dengan kopi hasil produk Rutan Palembang,” kata Rolan.
Ketika ditanya uang hasil penjualan bubuk kopi itu untuk apa?, Rolan menerangkan, uang hasil penjualan tersebut dikelola Koperasi Rutan Palembang.
“Ada 10 persen untuk warga binaan yang bekerja, lima persen untuk pajak, 25 persen untuk subseksi pekerjaan, sisanya kembali ke koperasi dan dikelola koperasi,” jelas Rolan.
Namun, kata Rolan, ia punya trik tersendiri terkait hasil penjualan untuk warga binaan yang bekerja.
“Tidak saya berikan langsung tunai, tetapi saya buatkan buku tabungan dan uangnya disimpan di bank, nanti kalau mereka (warga binaan-red) sudah keluar, baru bukunya kami kasihkan dan kami berharap itu akan menjadi modal bagi mereka saat mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat,” kata Rolan.
Terkait siapa saja warga binaan yang memproduksi bubuk kopi itu, Rolan mengaku, belum banyak.
“Ada beberapa warga binaan. Kan tidak boleh juga kalau langsung banyak di tempat produksi. Kami kan ada standar pengamanan di Rutan. Yang pasti mereka yang bekerja sudah melewati setengah masa hukuman. Kebetulan ada satu warga binaan yang dia memang barista atau pramukopi,” kata Rolan.
Terkait penjualan di pasar lokal, Rolan mengatakan, ada beberapa Kapolda di Indonesia yang telah memesan bubuk kopi produksi Rutan Palembang.
“Seperti Kapolda Papua, Kapolda Yogya, terus gubernur kita (Gubernur Sumsel-red), walikota kita (Walikota Palembang-red), ada lagi yang lainnya,” kata Rolan.
Sejak menjabat Karutan Kelas I Palembang pertengahan Mei 2025 lalu, berbagai gebrakan dilakukan Rolan. Sebagai putera daerah, ia berkomitmen meningkatan semua jenis layanan di Rutan Palembang.
Pada Sabtu (2/8/2025) lalu, pria yang orangtuanya kelahiran Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) itu meluncurkan ‘Kopi Ratu Lembang’.
Bubuk kopi kemasan itu adalah kopi dari Kota Pagaralam, Sumsel. Terdapat dua jenis bubuk kopi. Yakni, dari biji kopi petik merah, dan biji kopi petik campuran.
Mantan Kepala Lapas Kelas III Pagaralam itu menerangkan, biji kopi kering didatangkan dari Pagaralam. Lalu, roasting atau proses pemanggangan biji kopi mentah dilakukan warga binaan Rutan Palembang.
Rutan Palembang telah memiliki alat roasting dengan kapasitas sekali roasting seberat 15 kilogram (Kg). Merk ‘Ratu Lembang’ telah didaftarkan Hak Cipta ke Kementerian Hukum RI. #arf











