Sriwijaya FC Terancam Tergusur: Pemprov Sumsel Layangkan Teguran Kedua Terkait Aset Kantor

Sekretariat Sriwijaya FC di Palembang Square. (FOTO: IDN TIMES).

Palembang, SumselSatu.com

​Nasib sekretariat Sriwijaya FC (SFC) di Komplek Palembang Square kini berada di ujung tanduk. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) resmi melayangkan surat teguran kedua kepada manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) terkait status penggunaan gedung tersebut.

​Langkah tegas ini diambil di tengah upaya klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut mempersiapkan diri menghadapi putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Tiga Poin Tegas Pemprov Sumsel

​Surat bernomor 000 2.3.2/00873 JBPKAD-V/2028 yang ditandatangani Kepala BPKAD Sumsel H Yossi Hervandi, memberikan ultimatum yang mencakup tiga poin krusial.

Penolakan izin gratis. Permohonan penggunaan kantor secara cuma-cuma tidak disetujui. Opsi sewa resmi, jika tetap ingin menggunakan gedung tersebut, manajemen wajib melalui mekanisme sewa sesuai regulasi. ​Pengosongan aset apabila ketentuan tidak dipenuhi, gedung harus dikosongkan dan dikembalikan ke Pemprov Sumsel.
​Pemprov Sumsel memberikan tenggat waktu konfirmasi kepada manajemen hingga 24 Februari 2026.

​Merespons situasi tersebut, Direktur Olahraga PT SOM sekaligus CEO PT Digi Sport Asia Anggoro Prajesta, menyatakan bahwa pihaknya masih mengupayakan jalur komunikasi dengan pemerintah daerah.

​”Kami masih mencoba berkomunikasi. Jika memang harus diberlakukan sewa, kami berharap ada nilai khusus (diskon). Bagaimanapun, Sriwijaya FC adalah ikon yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan dengan segudang prestasinya,” ujar Anggoro.

Dilema Regulasi vs Nilai Historis

​Persoalan ini memicu perdebatan antara penegakan aturan aset daerah dan apresiasi terhadap nilai historis klub. Di satu sisi, Pemprov Sumsel berkomitmen menjalankan tata kelola aset yang akuntabel secara hukum. Di sisi lain, Sriwijaya FC dipandang sebagai warisan budaya dan kebanggaan masyarakat yang membutuhkan dukungan moril serta fasilitas di tengah keterpurukan finansial.

​Kini bola panas ada di tangan manajemen PT SOM. Publik menunggu apakah akan ada titik temu (kompromi) atau justru Laskar Wong Kito harus angkat kaki dari markas bersejarah mereka demi tegaknya regulasi. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here