
Baturaja, SumselSatu.com
Agenda Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie, SE, MM, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan setempat untuk menyuarakan persoalan krusial.
Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah menengah di OKU pada Selasa (17/2/2026), para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V ini mendapati fakta mengejutkan terkait terhentinya sejumlah program bantuan yang selama ini sangat diandalkan oleh siswa prasejahtera.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah penghentian Program Sekolah Gratis (PSG). Aspirasi ini disampaikan oleh Budi Epriyansyah, perwakilan dari sektor madrasah, yang menyebut bahwa program tersebut sangat menentukan keberlanjutan pendidikan bagi siswa miskin.
“Kami sangat menyayangkan PSG tidak lagi diterima. Program ini sangat berguna untuk membantu siswa kurang mampu. Kami mohon agar keluhan ini disampaikan kepada pihak berwenang agar bisa ditinjau kembali,” tegas Budi.
Tak hanya soal biaya sekolah, kesejahteraan siswa juga terancam setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terhenti secara mendadak.
Firly, seorang Ketua OSIS, mengungkapkan kekecewaannya di hadapan para anggota dewan. Ia membeberkan bahwa pemutusan kontrak program tersebut dilakukan secara tidak profesional melalui pesan singkat WhatsApp.
“Kami berharap program MBG bisa kembali berjalan karena dampaknya sangat membantu kesehatan dan fokus belajar siswa,” ungkapnya.

Tantangan Digitalisasi: Internet dan Listrik
Selain bantuan sosial, infrastruktur digital di sekolah-sekolah OKU juga dilaporkan masih memprihatinkan. Peserta reses mengeluhkan koneksi internet yang sering tidak stabil saat ujian berbasis digital, yang memaksa siswa harus mengulang jawaban mereka dari awal, yang tidak hanya menguras waktu tetapi juga mengganggu psikologis siswa saat menempuh ujian.
Menanggapi hal teknis tersebut, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk masalah listrik dan penunjang digital, kami akan memanggil pihak PLN untuk menambah trafo. Kami ingin memastikan beban listrik yang bertambah di sekolah tidak menjadi penghambat kegiatan belajar,” jelas Andie.
Menutup sesi serap aspirasi tersebut, Andie Dinialdie menegaskan bahwa seluruh poin krusial—mulai dari PSG, Makan Bergizi, hingga infrastruktur akan menjadi catatan prioritas untuk dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi.
“Kami bertujuh (anggota Dapil V) tidak akan tinggal diam. Semua usulan ini, terutama yang menyangkut hak pendidikan anak-anak kita, akan kami bawa dan sampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan untuk segera dicarikan solusinya,” tutup Andie.
Dalam kegiatan ini, Andie Dinialdie didampingi oleh anggota DPRD Sumsel Dapil V lainnya, yakni Mirza Gumay, Fathan Qoribi, Andri Fitriansyah, Sri Mulyadi, At Thahirah Putri Lestari, dan Isyana Lonita Sari.
Aspirasi Lintas Sektor
Selain pendidikan, warga juga menitipkan harapan pada sektor lain. Warga bernama Garsubi meminta pemerintah lebih serius memperhatikan sektor pertanian dan perikanan, serta menindaklanjuti dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Lurah Air Gading Wahyudin mengusulkan perbaikan jalan poros serta rehabilitasi Kantor Kelurahan Air Gading yang kondisinya mulai memprihatinkan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota DPRD Sumsel Mirza Gumay memberikan edukasi mengenai batasan kewenangan antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
“Kami perlu memilah mana yang menjadi kewenangan provinsi dan mana yang kabupaten. Jika itu ranah provinsi, Insya Allah akan kami perjuangkan anggarannya. Namun, jika ranah kabupaten, kami akan mengoordinasikannya dengan pemerintah setempat,” jelas Mirza.
Kegiatan reses dilaksanakan di empat titik sekolah, yakni di SMAN 3 OKU, SMAN 4 OKU, SMK 3 OKU, dan SMAN 1 OKU.
Di setiap lokasi kegiatan, acara diawali dengan sambutan kepala sekolah yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Anggota DPRD Sumsel, khususnya kepada Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie yang telah memilih sekolah-sekolah tersebut sebagai lokasi reses.
Para kepala sekolah secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari sarana prasarana pendidikan hingga kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada peserta reses untuk menyampaikan aspirasi dan usulan secara langsung.
Melalui pelaksanaan Reses Masa Sidang V ini, DPRD Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menyerap aspirasi masyarakat serta mengawal pembangunan di Kabupaten OKU secara berkelanjutan. #nti









