Melemahnya Rupiah dan Peran Generasi Muda

Rifani Akbar Sulbahri. (FOTO: SS 1/IST).

Oleh: Dr Rifani Akbar Sulbahri, SE, MM, MAk, Ak, CA, ASEAN CPA, CSRS.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

MELEMAHNYA nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik pada Mei 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, rupiah mengalami tekanan hingga menyentuh kisaran Rp17.500 per dolar AS. Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama karena dampaknya dapat dirasakan langsung melalui kenaikan harga barang impor, biaya produksi, hingga potensi menurunnya daya beli masyarakat.

Namun di tengah berbagai kekhawatiran tersebut, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan, yakni peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional. Sebab, pelemahan rupiah tidak hanya menjadi persoalan pemerintah atau pelaku pasar keuangan semata, tetapi juga menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan adaptasi, kreativitas, dan inovasi.

Secara ekonomi, melemahnya rupiah memang dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik dunia, kenaikan harga minyak internasional, hingga arus modal asing yang keluar dari negara berkembang menjadi penyebab utama tekanan terhadap mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, isu nilai tukar mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, dampaknya sangat dekat dengan aktivitas masyarakat. Ketika rupiah melemah, harga bahan baku impor cenderung meningkat. Biaya logistik dapat ikut naik. Dunia usaha menjadi lebih berhati-hati. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi harga kebutuhan dan daya beli masyarakat.

Di sinilah generasi muda memiliki posisi yang sangat penting. Anak muda hari ini tidak lagi hidup di era ekonomi yang sepenuhnya stabil dan mudah diprediksi. Mereka tumbuh di tengah perubahan global yang sangat cepat, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan pola bisnis, hingga dinamika ekonomi internasional. Karena itu, generasi muda dituntut untuk lebih adaptif dan produktif.

Generasi muda Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan ekonomi nasional. Saat ini banyak anak muda yang mulai membangun usaha berbasis digital, mengembangkan produk lokal, menciptakan inovasi kreatif, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Langkah-langkah sederhana seperti mencintai produk dalam negeri, memperkuat UMKM lokal, dan meningkatkan literasi keuangan merupakan kontribusi nyata yang dapat membantu ketahanan ekonomi bangsa.

Selain itu, tantangan pelemahan rupiah juga harus menjadi pengingat bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan aset terpenting sebuah bangsa. Negara yang kuat bukan hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya. Oleh sebab itu, peningkatan kemampuan, keterampilan, penguasaan teknologi, serta semangat belajar harus terus diperkuat.

Dalam konteks Sumatera Selatan, generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Potensi sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan digitalisasi usaha masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Anak-anak muda tidak harus selalu berpikir untuk bekerja di kota besar atau menjadi pegawai kantoran semata. Saat ini, banyak peluang ekonomi baru yang justru lahir dari kreativitas dan keberanian memulai usaha.

Kita tentu berharap kondisi ekonomi global dapat kembali membaik dan nilai tukar rupiah semakin stabil. Namun lebih dari itu, tantangan ekonomi seharusnya tidak membuat generasi muda kehilangan optimisme. Justru di tengah situasi seperti inilah mental tangguh, inovatif, dan mandiri harus tumbuh.

Generasi muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi bangsa. Mereka harus hadir sebagai bagian dari solusi, sekecil apa pun langkah yang dilakukan. Sebab masa depan ekonomi Indonesia pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kuat atau lemahnya nilai tukar rupiah, tetapi juga oleh seberapa siap generasi mudanya menghadapi perubahan zaman. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here