
Palembang, SumselSatu.com
Pemerintah Kota (Pemko) Palembang terus memperkuat identitas daerah dengan mempercantik kawasan strategis sektor wisata kuliner. Langkah konkret terbaru dilakukan melalui penataan kawasan ikonik Pasar 26 Ilir, atau yang lebih dikenal sebagai “Pasar Pempek”, dengan menggandeng Bank Indonesia (BI).
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani meninjau langsung kondisi lapangan untuk memastikan rencana revitalisasi berjalan komprehensif. Penataan ini tidak hanya menyasar aspek estetika visual, tetapi juga standar kesehatan lingkungan dan kenyamanan pengunjung.
Program ini merupakan bagian dari sinergi Pemko Palembang bersama Bank Indonesia dalam mengembangkan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Fokusnya mencakup sertifikasi produk hingga penguatan ekosistem kawasan secara menyeluruh.
“Pasar 26 Ilir ini sudah dikenal luas sebagai destinasi kuliner unggulan, bahkan sering viral. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kualitasnya agar ‘naik kelas’ dan mampu bersaing dengan destinasi modern lainnya,” ujar Isnaini di sela peninjauan, Kamis (23/4/2026).
Rencana revitalisasi ini mencakup beberapa aspek krusial untuk mengubah wajah Pasar 26 Ilir seperti
mempercantik tampilan depan kawasan agar lebih representatif, pembangunan gerbang masuk sebagai penanda (landmark) wisata, perbaikan jalur pejalan kaki guna meningkatkan kenyamanan akses pengunjung dan penataan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara agar lebih higienis dan tidak mengganggu aktivitas perdagangan.
Meski perencanaan teknis masih dalam tahap koordinasi intensif dengan Bank Indonesia, Pemko Palembang membuka peluang kolaborasi bagi sektor perbankan lain maupun pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi multipihak agar penataan ini optimal. Kita ‘keroyokan’ supaya hasilnya maksimal dan tidak setengah-setengah,” tegas Isnaini
Isnaini menekankan bahwa partisipasi aktif pedagang dan warga sekitar menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, kawasan yang rapi dan bersih akan meningkatkan daya tarik wisatawan, yang secara otomatis menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Saat ini banyak destinasi baru bermunculan. Jika kita tidak berbenah, Pasar 26 Ilir bisa tertinggal. Namun, jika kawasan ini nyaman, pengunjung akan terus kembali. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. #fly









