Perkuat FK Unsri, RSUD Siti Fatimah Sumsel Siap Cetak 200 Calon Dokter Tiap Periode

Direktur Utama RSUD Siti Fatimah Syamsudin Isaac Suryamanggala. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

​RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menancapkan taringnya sebagai pilar penting dalam dunia pendidikan medis. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel ini berkomitmen penuh mendukung pendidikan profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) dengan menyediakan wahana pendidikan klinik yang komprehensif.

​Tidak tanggung-tanggung, dalam kerja sama yang juga menggandeng RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang ini, RSUD Siti Fatimah diproyeksikan mampu menampung sekitar 200 peserta didik calon dokter pada setiap periode pendidikan.

​Direktur Utama RSUD Siti Fatimah Syamsudin Isaac Suryamanggala menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas lulusan kedokteran di Sumsel dengan memanfaatkan fasilitas mutakhir dan tenaga medis andalan yang dimiliki rumah sakit.

​”Kita bagi tugas, kita bantu FK Unsri sebisa mungkin. Mereka butuh wahana pendidikan untuk pendidikan profesi dokter umum, dan kita berusaha menyediakannya,” ujar Syamsudin, Jumat (17/7/2026).

​Untuk memastikan para calon dokter mendapatkan modal ilmu yang mumpuni, RSUD Siti Fatimah telah mematangkan seluruh aspek kedokteran klinis. Mulai dari pemenuhan fasilitas pelayanan kesehatan mutakhir hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertindak sebagai guru atau mentor klinik.

​”Dari kita fasilitas untuk profesi. Artinya, pelayanan-pelayanan kompetensi yang dibutuhkan oleh dokter, kita siapkan di sini. Kita juga melengkapi SDM-nya sehingga para mahasiswa memiliki guru-guru yang berkompetensi tinggi,” tambahnya.

​Meski kerja sama ini sudah bergulir secara bertahap sejak tahun 2022, RSUD Siti Fatimah tidak cepat puas. Pihaknya terus melakukan penyempurnaan sistem pendidikan dengan berkaca pada pengalaman matang RSMH selaku rumah sakit pendidikan utama.

​”Walaupun secara aturan koordinasinya saat ini ada di RSMH untuk dokter umum, kita tetap belajar dari RSMH karena mereka sudah lebih dahulu dan lebih berpengalaman,” kata Syamsudin secara terbuka.

​Nantinya, jumlah peserta didik di setiap stase (bagian spesialisasi) akan disesuaikan secara proporsional dengan kapasitas layanan rumah sakit demi menjaga efektivitas proses belajar-mengajar.

​Tak berhenti di FK Unsri, RSUD Siti Fatimah juga tengah bersiap melebarkan sayapnya. Rumah sakit ini berencana memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai fakultas kedokteran lainnya demi memperkokoh posisinya sebagai pusat rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Selatan. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here