
Ogan Ilir, SumselSatu.com
PT Bumi Sawit Permai (BSP), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, meluncurkan program pendidikan vokasi bagi masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Pada tahap awal, program ini diikuti 16 generasi muda dari tujuh desa dampingan yang akan mendapatkan pelatihan las listrik dan tata rias.
Tujuh desa tersebut meliputi Desa Tangai, Desa Kayu Ara, Desa Tanjung Miring, Desa Gunung Raja, Desa Tebing Gerinting Utara, Desa Tanjung Lubuk, dan Desa Meranjati.
Program berlangsung selama September–Desember 2026 dan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam pelaksanaannya, PT Bumi Sawit Permai menggandeng Kibarnesia sebagai mitra pelaksana. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja maupun merintis usaha.
Selain pelatihan teknis, peserta juga akan memperoleh pembekalan dasar kesiapan kerja, pendampingan penyusunan daftar riwayat hidup (CV), uji kompetensi, sertifikasi, serta akses terhadap peluang kerja melalui kegiatan pencocokan kerja.
Dr Amrullah, SSTP, MSi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Ilir mengatakan, penguatan keterampilan menjadi penting untuk membantu pencari kerja menjawab kebutuhan dunia usaha.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar. Kami berharap program ini dapat meningkatkan daya saing peserta, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Amrullah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan rata-rata tingkat pengangguran terbuka di 11 provinsi wilayah operasional Sinar Mas Agribusiness and Food berada pada angka 4,65 persen. Sementara itu, lulusan SMK mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,63 persen.
Heriyanto, Estate Manager PT Bumi Sawit Permai mengatakan, program vokasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan akses kepada generasi muda di sekitar wilayah operasional agar memiliki keterampilan yang relevan dan pilihan yang lebih luas untuk masa depan mereka.
“Kami memberikan bekal kepada peserta program dengan keterampilan praktis, terutama dalam meningkatkan produktivitas di daerah yaitu masyarakat desa ring 1 PT Bumi Sawit Permai. Kolaborasi sinergis ini adalah kunci untuk melahirkan generasi unggul yang siap menyambut masa depan dan penguatan budaya kerja yang profesional,” ujar Heriyanto.
Lebih dari sekadar meningkatkan kapasitas individu, program ini diarahkan untuk mendorong anak muda agar dapat mengambil peran yang lebih aktif di komunitasnya. Mereka diharapkan tumbuh menjadi penggerak di tingkat lokal, membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, sekaligus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Rahmansyah, Kepala UPTD LLK Indralaya mengatakan, pelatihan dirancang sedekat mungkin dengan kondisi pekerjaan di lapangan. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendalami praktik dan simulasi langsung dunia pekerjaan.
“Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendalami praktik dan simulasi langsung dunia pekerjaan, sehingga keterampilan yang diperoleh lebih aplikatif ketika digunakan di dunia kerja sesuai dengan bidang masing-masing,” ujar Rahmansyah.
Seleksi peserta program di Ogan Ilir telah dilakukan sejak Juli 2026. Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran di kelas, praktik langsung menggunakan peralatan sesuai bidang pelatihan, simulasi kondisi kerja, penilaian, serta uji kompetensi.
Pada tahap akhir, peserta akan mengikuti demo keahlian, pendampingan pascapelatihan, pengembangan portofolio, serta pencocokan kerja untuk memperkenalkan mereka pada peluang kerja yang relevan. Bagi peserta, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Weni Liyana, Ketua Kelas Las Listrik mengatakan, pelatihan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja, termasuk membuat berbagai produk turunan hasil las.
“Kami mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan untuk dunia kerja. Kami diajarkan membuat banyak produk turunan hasil las. Teman-teman juga memberikan suasana belajar. Semoga pelatihan ini mampu membawa kami terhubung ke dunia kerja dan masa depan kami,” ujar Weni.
Sementara itu, Wulandari, Ketua Kelas Make Up mengatakan, pelatihan memberikan ilmu yang bermanfaat sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha di bidang kecantikan. Dia optimistis ilmu yang diterima selama pelatihan bermanfaat untuk membuka usaha di bidang kecantikan.
Program vokasi di Ogan Ilir merupakan bagian dari Youth Development Sinar Mas Agribusiness and Food yang dijalankan secara bertahap di berbagai wilayah. Hingga 2035, perusahaan menargetkan dapat memberdayakan 20.000 pemuda perdesaan melalui pelatihan keterampilan, pendampingan, dan program kewirausahaan.
Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektare, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya.
Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara.
Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,8 persen rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas nonkelapa sawit mencapai 100 persen hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR, didirikan pada 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$3,0 miliar per 31 Maret 2026. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa. #rel








