Biang Kerok Asap Pekat Bukan dari Palembang, 63 dari 66 Titik Api Berasal dari Luar Kota

Meski api di dalam kota padam, warga Palembang tetap jadi korban. Kiriman asap dari luar membuat kualitas udara memburuk secara ekstrem.

PADAMKAN API---Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di lahan terbakar yang diselimuti asap tebal di Palembang, Rabu (7/10/2026). Dari 66 kejadian karhutla di Sumsel, hanya 3 titik berada di dalam kota dan seluruhnya telah dipadamkan. (FOTO: DISKOMINFO).

Palembang, SumselSatu.com

Asap pekat yang menyelimuti Kota Palembang bukan berasal dari kebakaran lahan di dalam kota. Dari total 66 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di Sumatera Selatan hari ini, hanya 3 titik yang berada di wilayah Palembang. Sisanya, 63 titik api berasal dari luar daerah.

Fakta ini sekaligus mempertegas pernyataan Walikota Palembang Ratu Dewa, yang menyebut asap pekat yang menyelimuti Palembang adalah kiriman dari luar.

“Jadi bukan dari kebakaran lahan di dalam kota Palembang,” tegas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang juga Kadis Kominfo Kota Palembang Kemas Haikal, Rabu (7/10/2026) sore.

Haikal memastikan, 3 titik karhutla di dalam kota sudah berhasil dipadamkan. Petugas berjibaku sejak kemarin sore.

“Petugas kami terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar, sejak kemarin sore,” ujarnya.

Berdasarkan data update pemadaman per Rabu 7 Oktober 2026, titik pertama berada di Perumahan Orison View, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Api di lokasi ini dipadamkan pada pukul 09.22 hingga 10.35 WIB oleh Unit 05 Pos AAL dan 01 Pos Kemuning.

Titik kedua berada di Perumahan Putramas Residence 2, Jl. Gotong Royong, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Api dipadamkan pada pukul 13.22 hingga 14.12 WIB oleh Unit 05 Pos Alang Alang Lebar.

Titik ketiga berada di Jl. Mayor Jend. Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati. Api dipadamkan pada pukul 13.34 hingga 16.35 WIB oleh Unit 20 dan P2 Pos Gandus serta Unit 23 Pos Kertapati.

Meski api di dalam kota padam, warga Palembang tetap jadi korban. Kiriman asap dari luar membuat kualitas udara memburuk secara ekstrem.

Data ISPUnet KLHK Stasiun Palembang Bukit Kecil per 7 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyentuh angka 717 dengan kategori Berbahaya. Artinya, tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan serius bagi seluruh populasi dan wajib penanganan cepat.

Tren karhutla Sumsel dalam 7 hari terakhir masih fluktuatif dan tinggi. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel, setelah sempat turun ke 53 kejadian pada 5 Oktober, angka kembali naik menjadi 66 kejadian pada 6 Oktober.

Rinciannya, 30 September (70 kejadian), 1 Oktober (76), 2 Oktober (70), 3 Oktober (68), dan 4 Oktober (58). Total akumulasi karhutla di Sumsel sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 tercatat sudah mencapai 4.602 kejadian. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here