AABI Keluhkan Pembayaran Proyek Oleh Pemda Sering Terlambat

22
MUKERDA ---- Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat berbicara di acara Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) AABI Sumsel, Rabu (14/11/2018), di Hotel Swarnadwipa, Palembang. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Anggota Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Sumatera Selatan (Sumsel) banyak mendapat proyek pekerjaan dari pemerintah daerah (pemda). Sayangnya, pembayaran dari pihak pemerintah sering terlambat hingga mengganggu cashflow perusahaan.

Kondisi ini dikeluhkan anggota AABI Sumsel yang diungkapkan Ketua AABI Sumsel, Asmoensi Asyik, MM, di hadapan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, pada acara pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) DPD AABI Sumsel, Rabu (14/11/1/2018), di Hotel Swarnadwipa, Palembang.

Asmoensi membeberkan, keterlambatan pembayaran proyek pemerintah daerah yang dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ini bukan sebentar.

“Terlambatnya bukan satu dua bulan, tapi lama sehingga mengganggu cashflow. Ini keluhan kami, semoga proyek yang dilelang tersedia dananya sehingga tidak menunggu dahulu. Inilah kita minta solusinya,” tegas Asmoensi.

Sedangkan kepada anggota AABI Sumsel, Asmoensi meminta agar memegang teguh manajemen proyek, tepat waktu dan tepat mutu serta melakukan persaingan secara sehat.

“Kalau bersaing harga bisa merusak mutu. Jangan sampai ingin memperoleh proyek sebanyak banyaknya, tidak peduli dengan anggota lain. Kita pengusaha, tau diri. Sama-sama duduk sebagai mitra, sehingga pekerjaan sesuai manajemen proyek,” tegas dia.

Asmoensi juga menyampaikan tentang perkembangan teknologi terkait aspal yang banyak digunakan anggota AABI. Yakni aspal karet dan aspal plastik. Terhadap inovasi itu, Asmoensi menyatakan, pihaknya harus meneliti dahulu apakah teknologi itu pantas digunakan di daerah lokal atau tidak.

“Anggaran infrastruktur sangat banyak dan kami siap menjadi mitra APBN dan APBD dalam menghadapi 2019,” ujar Asmoensi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, dalam mukerda ini diharap mendapat rumusan baru, termasuk teknologi baru aspal dari karet dan plastik.

Namun Wagub juga sepakat jika penemuan aspal dari plastik dan karet perlu ujicoba dulu. “Jangan sampai penggunaan aspal dari karet atau plastik itu tidak terjaga mutunya. Karena seluruh proyek itu diawasi,” kata Wagub.

Menanggapi keluhan soal pembayaran yang sering terlambat, Mawardi mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait.  “Insya Allah ke depan tidak lagi terjadi. Nanti kita rumuskan, agar pembangunan di Sumsel semakin maju,” kata Wagub. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here