Agen Travel Bersaing Dengan OTA & Pemilik Modal Besar

BERSAMA---Kepengurusan DPD Asita Sumsel 2019-2024, berfoto bersama pada acara Musda IX Asita, di salah satu hotel di Palembang, Kamis (25/7/2019). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Online travel agent (OTA), unicorn, dan decacorn menjadi tantangan bagi Anggota Association of The Indonesian Tours and Travel (Asita) Sumatera Selatan (Sumsel).

“Tantangan yang sedang dihadapi oleh Anggota Asita diantaranya, online travel agent atau OTA, unicorn, decacorn, dan sebagainya, yang menggerus bisnis travel agent,” ujar Anton Wahyudi, SE, Ketua DPD Asita Sumsel 2019-2024, pada Musda IX Asita, di salah satu hotel di Palembang, Kamis (25/7/2019).

Unicorn adalah perusahaan rintisan yang memiliki valuasi aset 1 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan decacorn adalah istilah untuk startup yang telah memiliki valuasi atau nilai sedikitya 10 miliar Dolar AS. Berada di bawahnya adalah unicorn. Indonesia saat ini sudah memiliki unicorn, seperti BukaLapak, Traveloka, Tokopedia, dan Go-Jek.

”Ke depan, kami berharap juga bisa bersinergi dengan pemerintah terkait, khususnya Kementerian Pariwisata agar kebijakan pemerintah, khususnya bidang pariwisata bisa dirasakan kesetaraan antar pengusaha bisnis pariwisata di Indonesia,” kata Anton.

“Anggota kami banyak, tidak hanya jual paket tour saja. Ada yang jual tiket, hotel, haji dan umrah, dan sebagainya,” tambahnya.

Anton Wahyudi terpilih kembali sebagai Ketua DPD Asita Sumsel Periode  2019-2024 dalam sidang pleno Musda IX Asita Sumsel. Anton merupakan calon tunggal dalam pemilihan Ketua DPD Asita Sumsel.

Musda Asita Sumsel mengusung tema ‘Peranan Wisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata’. Musyawarah daerah itu dihadiri sedikitnya 75 agen travel di Sumsel. Musda dibuka Ketua DPP Asita Dr N Rusmiati, MSi.

Anton mengatakan, dirinya akan tetap meneruskan program-program yang telah berjalan selama ini, dan akan melaksanakan rancangan program baru untuk geliat pariwisata di Sumsel, dan akan dibahas pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asita.

“Sebagai contoh, program kerja Asita yang sudah kami lakukan adalah mengadakan Asita Travel Fair yang mengundang seluruh pelaku wisata se-Indonesia, bahkan dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapore, Thailand, bahkan Hongkong,” katanya.

“Dalam kegiatan itu kami saling mempromosikan keragaman budaya, paket wisata ciri khas provinsi masing-masing, baik itu tempat wisata, dan kuliner. Mudah-mudahan periode ke depan program kerja Asita bisa lebih baik,” tambah Anton. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here