
Palembang, SumselSatu.com
Aktivis Muslimah yang tergabung dalam komunitas Back to Muslim Identity (BMI), Komunitas Pemudi Hijrah, Komunitas Aktivis Rindu Syurga, dan Sahabat Yuk Ngaji, serta Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas STIHPADA, UIN, Tridinati, dan PGRI, menggelar aksi unjukrasa menolak gerakan LGBT di Bundaran Air Mancur, Palembang, Jum’at (23/3/2018). Aksi mereka dimulai sekitar pukul 15.00.
Koordinator Aksi Reni Ramadona mengatakan, Lesbi Gay Biseks Transgender (LGBT) adalah prilaku maksiat yang bertentangan dengan syariat Islam, dan dosa besar bagi pelakukanya. Selain itu, LGBT merupakan penyakit sosial yang dinilai dapat merusak moral generasi muda dan mengancam keutuhan tatanan keluarga dan masyarakat.
“Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap keluarga dan masyarakat baik Muslim mengajak untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pemahaman Islam untuk menjauhkan diri dari penyakit LGBT,” ujar Reni.
Reni menambahkan, peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk memberikan sanksi sosial pada prilaku LGBT.
“Semua ini dalam rangka melindungi keluarga dan masyarakat dari LGBT dan menjauhkan laknat Allah,” katanya.
Reni mengungkapkan, dalam hal ini pihaknya menuntut kebijakan negara untuk memberikan sanksi tegas pada para pelaku LGBT, sesuai dengan syariat Islam.
“Pendidikan dan sistem pergaulan dalam Islam sebagai langkah preventif munculnya penyakit sosial LGBT. Kami meminta persatuan Muslim dunia untuk mewujudkan kekuatan global melawan gerakan politik global PBB yang mendukung LGBT,” tandas Reni. #nti