Alex : Gubernur Selanjutnya Harus Jaga Amanah

25

Palembang, SumselSatu.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melakukan launching Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Sumsel 2018 yang dilaksanakan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (12/10/2017).

Peluncuran tersebut ditandai dengan pemukulan tambur oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama anggota Komisioner KPU RI Viryan, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu RI Prof Dr Harjono dan Ketua KPU Provinsi Sumsel Aspahani, sebagai tanda bahwa tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilukada Gubernur di Sumsel sudah dimulai.

Tidak hanya itu, launching itu juga memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI). Pasalnya, pada peresmian dan peluncuran Pilgub Sumsel ini menghadirkan replika kotak suara raksasa yang terdiri dari 1.827 kotak aluminium dengan lebar 6 meter, panjang 6 meter dan tinggi 7 meter.

Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berharap, siapapun yang terpilih sebagai Gubernur Sumsel periode 2018-2023 dapat menjadi pemimpin yang amanah. Selain itu, gubernur terpilih harus memiliki program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Gubernur terpilih harus amanah dan diharapkan akan muncul pemimpin baru yang dapat melanjutkan pembangunan Sumsel yang sedang gencar. Khusus pada Pilkada Serentak di Sumsel 2018 mendatang terdapat 5 Pilkada Bupati, 4 Pilkada Walikota dan 1 Pilkada Gubernur, semuanya harus berjalan dengan baik, jujur, tertib dan transparan,” kata Gubernur Alex Noerdin.

Alex juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga suasana kondusif dan menghindari konflik, mengingat pelaksanaan Pemilukada jaraknya berdekatan dengan Asian Games 2018.

“Penyelenggaraan Pilkada serentak harus aman dan damai, karena Pilkada 27 Juni 2018 sangat riskan karena tidak sampai dua bulan setelah Pilkada akan ada Asian Games, jadi Pilkada serentak di Sumsel harus berjalan aman dan damai,” tegas Alex.

Ketua KPU Provinsi Sumsel Aspahani mengatakan, khusus untuk sosialisasi Pilkada serentak telah mendapatkan petunjuk secara resmi dari KPU pusat melalui peraturan yang di keluarkan KPU RI.

Secara regulasi, persiapan pemilukada serentak sudah dilakukan, bahkan penganggaran melalui dana hibah APBD Provinsi Sumsel sudah dikhususkan untuk Pemilukada Gubernur dan wakil Gubernur, termasuk juga bagi 9 Kabupaten dan Kota lainnya semua sudah ditandatangani.

“Melalui peluncuran ini kita harapkan menjadi semangat baru dan kebersamaan untuk menunjukan kesiapan Sumsel menyelenggarakan pilkada serentak mulai dari penyiapan data pemilih, kemudian seleksi pencalonan, dan seterusnya. Dalam tahapan-tahapan Pilkada akan ada 1 TPS dengan1 pengawas TPS, jadi apa yang menjadi hasil pemilihan pada TPS dapat  dituangkan di KPU dengan baik,” ungkap Aspahani.

Anggota Komisioner KPU RI Viryan menambahkan, di KPU pusat saat ini telah berlangsung pendaftaran partai politik peserta pemilu sebagai tanda bahwa tahapan pemilu juga sudah mulai dilakukan. Selain itu, dalam rangka mengajak masyarakat bersama menjadikan pilkada serentak sebagai pengerat hubungan, saling mengenali baik tentang pembangunan yang ada maupun para calon.

“Poin penting pada pilkada serentak mendatang dan menjadi isu nasional adalah perekaman E-KTP yang akan menentukan jumlah mata pemilih. Apabila masyarakat belum melakukan perekaman KTP elektronik dan tidak mendapatkan surat keterangan maka masyarakat tersebut tidak dapat melakukan pemilihan,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here