Asian Games 2018, Dongkrak Wisatawan Sumsel

31
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat menyampaikan paparan dihadapan peserta BBTF 2017 di GWK Bali.

Nusa Dua, Sumselsatu.com – Pelaksanaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) yang berlangsung sejak 7-11 Juni 2017 di Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali, menjadi ajang yang tepat bagi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam mempromosikan sejumlah potensi wisata yang ada di sejumlah daerah di Sumsel.

Bursa pariwisata terbesar yang bertujuan mempromosikan dan menjual paket-paket wisata ini, juga sekaligus sebagai ajang promosi Asian Games 2018 di Palembang dan sekaligus menjadi dongkrak wisatan Sumsel.

Pada saat acara Welcome Dinner & BBTF Opening Ceremony yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Kamis Malam (8/6), Gubenur Sumsel H Alex Noerdin mendapat kesempatan secara khusus dihadapan ratusa peserta BBTF, memaparkan sejumlah potensi-potensi wisata serta berbagai pembangunan proyek-proyek besar di Sumsel. Acara ini juga dihadiri oleh wakil gubernur Bali I Gusti Ngurah Kesuma dan sejumlah pejabat bali lainnya.

“Sumsel tidak hanya memiliki kekayaan sumber alam, namun juga berbagai potensi wisata juga sudah ada sejak dulu. Bahkan, sejumlah wisatawan juga bisa menikmati berbagai macam wisata kuliner yang sudah terkenal hingga mancanegara,”ujar Alex yang hadir didampingi juga oleh sejumlah pejabat Sumsel, Asisten I H Akhmad Najib, Kadis Pariwisata Irene Camelyn Sinaga dan lain-lain.

Diungkapkannya, saat ini Sumsel juga tengah gencar dalam mempersiapkan tuan rumah Asian Games 2018 termasuk juga penyelenggaraan moto gp 2018. Hal itu, dibuktikan dengan penampilan sejumlah video paparan pembangunan sejumlah proyek-proyek besar yang di Sumsel.

“Beberapa fasilitas yang ada di video tersebut, hampir keseluruhan sudah ada di Sumsel. Hanya saja kita perlu melakukan up grade dan penambahan fasilitas serta pembangunan sarana pendukung untuk pelaksanaan Asian Games 2018. Dengan demikian, para tamu-tamu nanti akan semakin bersemangat untuk datang ke Palembang, Sumatera selatan,” tegas Alex yang disambut riuh tepuk tangan  peserta BBTF.

Sementara itu, sebelumnya kegiatan BBTF 2017 ini diawali dengan BBTF Tourism Seminar yang berlangsung di Nusa Dua Hall 1, Kamis (8/6/2017) sore dengan menghadirkan sejumlah narasumber yakni, Deputy of Overseas Tourism Development Kementrian Pariwisata Igede Pitana, Representative of Swiss Contact Reudi Nutzi, Gubernur Sumsel yang diwakilkan Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib, dan Director of heritage Hospitality and public Affairs at john Hardy.

Dalam seminar tersebut, beberapa peserta juga tidak menyiakan kesempatan untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai potensi dan persiapan Sumsel dalam melaksanakan Asian Games 2018 mendatang. Hal ini, mengingat akan diamanfaatkan sejumlah pelaku agen trvel untuk membawa sebanyak-banyaknya pengunjung wisatawan ke Sumsel.

Menanggapi sejumlah pertanyaan tersebut, Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib menjelaskan bahwa,  dalam setiap pembangunan yang ada di Sumsel tentu sudah dalam tahap perencanaan. Apalagi dengan strategi yang dilakukan oleh bapak gubernur, tentu sangat menambah kepercayaan pihak-pihak luar.

“Pertama tadi kita sampaikan di seminar yang pesertanya sangat banyak dari dalam maupun luar negeri. Kita sampaikan bahwa, Sumsel dengan objek tujuan wisata cukup banyak, jadi bukan hanya berhubungan dengan wisata alam saja, tapi juga ada wisata religi, wisata kuliner, sejarah, nah tadi sudah kita paparkan kepada peserta seminar.

Kita memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada, selain memperkenalkan informasi kepada mereka, pertama mereka bisa mengenal lebih dekat bahwa sumsel potensi destinasi pariwisatanya cuku besar, apalagi di 2018 kita akan melaksanakan Asian Games,” kata Najib saat ditemui usai pelaksanaan seminar.

Ditambahkannya, bahkan tadi ada pertanyaan juga setelah Asian Games apakah venue-venue itu tetap akan dimanfaatkan. Dirinya menjawab bahwa, bahwa venue di Sumsel sebelum maupun sesudah itu sudah ada perencanaan.

Apalagi dengan strategi dari bapak gubernur yaitu, pertama, kita melakukan kerjasama dengan federasi-federasi internasional, supaya dengan adanya even-even itu tidak terputus jadi venue-venue bisa dimanfaatkan dan bisa digunakan. Para peserta seminar ini sangat senang dan mereka bersemangat apalagi mendengar informasi destinasi-destinasi wisata yang kita sampaikan ini. Sehingga pelaku-pelaku agen wisata bisa memanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Sumsel ke tempat berbagai wisata. Apalagi nanti sudah ditetapkan sebagai wisata sport turism,” jelasnya.

Untuk diketahui, Bali Beyond Travel Fair (BBTF) sudah ke-4 kalinya digelar dan kembali menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, serta  menjadi ajang pertemuan pembeli (buyers) dan penjual (sellers) dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, acara yang terdiri dari sesi B2B dan B2C ini akan memiliki program yang sangat banyak, bahkan disebut-sebut sebagai program B2B travel & tourism yang paling komprehensif di Asia Tenggara.

Selama kegiatan ini berlangsung, sub Panitia Asian Games Sumsel juga mendapat kesempatan melakukan kegiatan promosi dan sosialisasi kepada para peserta dan pengunjung yang hadir selama kegiatan tersebut. Hal itu terlihat dengan adanya booth pariwisata Sumsel bersama dengan panitia Asian Games dengan mengusung kosep perahu dengan layar bekembang bergambar logo Asian Games. Selain itu juga terdapat sejumlah dekorasi yang menampilkan maskot asian Games Kaka, Atung dan Bin-bin.

“Sejak booth ini dibuka pada kamis Siang, sejumlah pengunjung mulai berdatangan untuk sekedar berfoto maupun mendapatkan informasi mengenai wisata dan persiapan Asian Games di Sumsel. Bahkan para pengunjung juga berkesempatan untuk mendapatkan sejumlah souvenir yang di dibagikan oleh tim promosi Asian Games Sumsel,”kata kordinator Proimosi Asian Games Sumsel Nirmala Dewi. (Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here