Bantu Padamkan Karhutla, Pesawat Tambahan dari Rusia Diterjunkan di Sumsel

OKI, SumselSatu.com

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mendapat tambahan kekuatan udara.
Tambahan armada udara ini hadir di tengah kondisi karhutla yang masih mengkhawatirkan di Sumsel.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengumumkan satu pesawat water bombing tambahan dari Rusia akan mulai beroperasi mendukung penanganan karhutla di Sumsel pada Selasa (1/9/2026).

Pengumuman itu disampaikan Raja Juli Antoni saat menghadiri Rapat Terbatas Penanganan Karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati OKI, dan Forkopimda OKI di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31/8/2026).

“Ini adalah all out work. Apa pun harus dikerjakan, bahkan secara spiritual. Bulan perjuangan kita adalah di bulan September,” tegas Raja Juli.

Meski begitu, Raja Juli menegaskan operasi udara tidak bisa berjalan sendiri. Ia meminta agar operasi darat turut diperkuat dengan pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan yang jelas.

“Saatnya sekolah (terjun) di lapangan. OMC tetap dilakukan di mana pun karena membantu kelembapan dan mengantisipasi karhutla. Atur betul jadwal dan peta perjalanan pasukan darat dalam memadamkan api,” katanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan, hingga Minggu (30/8/2026) malam tercatat 11 titik api di Sumsel, lima di antaranya berada di Kabupaten OKI. Total luas lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 64 hektare, dengan 21 hektare berada di OKI.

Dari total lahan terbakar itu, baru 17 hektare yang berhasil dipadamkan 2,5 hektare melalui operasi udara dan 15 hektare melalui operasi darat.

“Ini sangat penting dan sangat diharapkan,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, Sumsel saat ini memiliki empat unit water bombing yang telah dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api. Dengan tambahan satu pesawat dari Rusia, kekuatan udara Sumsel diharapkan semakin optimal dalam menjangkau area yang sulit diakses lewat jalur darat, terutama di lahan gambut.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan seluruh pihak untuk tidak bergantung pada hujan alami, mengingat BMKG memprediksi hujan merata baru akan turun pada Oktober mendatang. Ia meminta operasi darat diperkuat dengan melibatkan warga desa melalui pembentukan Satgas Darat di enam kabupaten terdampak.

“Pertama, jangan berharap hujan. BMKG menyampaikan bibit-bibit air sudah ada, tetapi hujan merata baru Oktober. Kedua, operasi darat sangat penting. Harus memperkuat pasukan darat, caranya dengan memberdayakan warga desa. Usulan satgas darat segera kami nantikan,” tegas Herman Deru.

Selain mengandalkan water bombing, Pemprov Sumsel juga telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga malam hari sebagai upaya tambahan mengendalikan karhutla. Suharyanto menyampaikan kabar baik bahwa pada 1–4 September terdapat potensi hujan di wilayah Sumsel, meski ia tetap meminta semua pihak tidak lengah.

“Pemadaman api membutuhkan kerja sama semua pihak. Sumsel punya empat water bombing. Jika masih ada yang terbakar, mari berjibaku memadamkannya,” ujarnya.

BNPB turut mendorong percepatan administrasi bagi petugas di lapangan agar personel yang terlibat langsung dalam operasi pemadaman dapat memperoleh dukungan sesuai ketentuan, termasuk pengajuan uang harian bagi pasukan yang bertugas di Satgas OKI.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki memaparkan kesiapan daerah dalam mendukung operasi ini. Dari 107 desa yang menjadi prioritas penanganan karhutla, Pemkab OKI telah menyiapkan daftar warga yang akan bergabung dalam Satgas Darat sekaligus menerima dukungan stimulus.

Dengan kombinasi operasi udara yang kini diperkuat pesawat tambahan dari Rusia dan operasi darat yang melibatkan warga desa, Satgas diharapkan mampu memadamkan titik api lebih cepat sebelum meluas terutama di kawasan lahan gambut yang sulit ditangani hanya lewat jalur udara.

Pemprov Sumsel bersama BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat terus berupaya mengendalikan karhutla di Sumatera Selatan. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here