Berada di Jantung Sumsel, PALI Layak Miliki Bandara dan Pelabuhan

219
BERBINCANG ---- Bupati PALI, H Heri Amalindo berbincang dengan tamu undangan pada syukuran tiga tahun kepemimpinannya di PALI, Senin (18/2/2019). (FOTO: SS1/ABI)

PALI, SumselSatu.com

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada di tengah-tengah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dengan posisi ini, PALI layak memiliki bandara dan pelabuhan agar memudahkan aktivitas masyarakat PALI dan daerah lain.

Menyadari potensi itu, Bupati PALI, H Heri Amalindo, pada acara syukuran tiga tahun kepemimpinannya, Senin (18/2/2019) di rumah dinas Bupati PALI, mengatakan, pengaktifan kembali lapangan terbang  (bandara) dan pembangunan pelabuhan di Bumi Serepat Serasan merupakan agenda yang akan diwujudkan pada masa kepemimpinannya.

“Apabila Kabupaten PALI telah memiliki bandara dan pelabuhan yang aktif, tentunya selain mempermudah akses masyarakat PALI, juga akan banyak warga dari daerah lainnya berkunjung  ke Kabupaten PALI. Kalau sudah demikian, masyarakat sekitar akan terangkat perekonomiannya, karena orang yang datang pasti butuh makan dan penginapan,” ujar Bupati.

Agenda berikutnya adalah pemasangan jaringan gas dan jaringan air bersih. Menurut Heri Amalindo, pemasangan jaringan gas (jargas) seharusnya sudah selesai, tetapi karena ada insiden pembakaran selang jargas, agenda ini pun terhambat.

“Untuk itu kami meminta dukungan semua masyarakat agar proses pembangunan yang tengah berjalan bisa berjalan lancar,” kata Heri.

Pada acara syukuran yang dihadiri masyarakat PALI itu, Bupati Heri Amalindo juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersatu padu dalam membantu pembangunan di Kabupaten PALI hingga berjalan cepat dan lancar demi kemajuan PALI agar mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain.

“Sudah tiga tahun kami diamanahkan untuk menjalankan roda pemerintahan di PALI, dan telah banyak yang kami lakukan, yang saat ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Suksesnya pembangunan yang telah dilaksanakan, berkat dukungan masyarakat juga, seperti infrastrukur sudah capai 70 persen,” terang Bupati.

Pada usia Kabupaten PALI yang baru lima tahun ini, lanjut Bupati, PALI masih dalam pengawasan Kementerian Dalam Negeri. Dikatakan, sebanyak 45 persen daerah otonomi baru terpaksa dikembalikan lagi ke kabupaten induk lantaran selalu ribut. “Kami bersyukur di Kabupaten PALI masyarakatnya tetap menjaga persatuan,” puji Heri.

Untuk mencapai agenda yang belum dikerjakan, Bupati juga mengajak seluruh pegawai untuk mengabdi tulus agar PALI lebih maju lagi. “Kami kedepan memprogramkan seluruh anak tidak ada lagi yang tidak bersekolah serta pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah. Untuk mencapai itu, kami mengajak kepada seluruh pegawai pemerintahan agar tetap bekerja, mengabdi, dan melayani masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI Drs H Soemarjono juga menyampaikan terimakasihnya terhadap Pemkab PALI yang telah banyak berbuat selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Heri Amalindo dan Wakil Bupati Ferdinan Andreas Lacony.

“Kami mewakili seluruh masyarakat PALI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Bupati yang mana sudah banyak dikerjakan, tetapi bukan berarti semuanya selesai. Untuk itu kami juga memohon doa dan dukungannya agar PALI mendapat pemimpin yang tetap amanah supaya bisa membangun Kabupaten PALI. Alhamdulillah saat ini banyak jalan licin dan mulus, ini bentuk keberhasilan pemerintah dalam membangun daerah kita ini,” pungkas Soemarjono. #abi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here