BPPI KHL Sumsel dan Manggala Agni Beri Pelatihan Buat Pupuk Organik dan Briket Arang

33
Pelatihan Buat Pupuk organik dan briket arang yang diadakan oleh BPPI KHL Sumsel dan Manggala Agni

Pangkalan Balai, SumselSatu.com

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai PPI KHL Sumsel bersama Manggala Agni Daops Banyuasin Beri Pelatihan pembuatan pupuk organik dan briket arang kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Pelajau, Sabtu (9/12/2017).

Kegiatan tersebut sebagai peningkatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pencegahan Karhutla, sekaligus menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Proses pembuatan Pupuk organik dan briket arang cukup mudah dan murah, hanya memanfaatkan limbah kayu dan daun yang banyak tersedia di lahan masyarakat .

Dengan pemanfaatan bahan bakaran ini, akan mengurangi kebiasaan masyarakat untuk membakar lahan, limbah kayu dan dedaunan tersebut menjadi bahan untuk menghasilkan produk ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.

Seksi KHL Balai PPIKHL Sumsel Reza Heni menjelaskan, pelatihan pembuatan pupuk organik dan briket arang ini sebagai peralihan atau alternative untuk membuka lahan agar tidak harus membakar.

“Pembuatan pupuk organik dan briket arang ini lebih mudah, selain dedaunan untuk pupuk organik kayunya untuk briket arang, jadi semua bahan tersebut tersedia di alam, manfaatkan untuk membuka lahan perkebunan sehingga tidak perlu membakar, semuanya bernilai ekonomis bisa menjadi penghasilan tambahan,” jelasnya.

Kepala Tim (Katim) Manggala Agni Daops Banyuasin Maludin menyatakan, selain menyampaikan larangan membakar hutan dan lahan kepada masyarakat, Manggala Agni juga berupaya menghadirkan alternatif solusi bagi masyarakat, seperti pelatihan pembuatan pupuk organik serta briket arang dan penyiapan lahan tanpa bakar (PLTB).

‚ÄúPelatihan seperti ini akan terus dilakukan oleh Manggala Agni di daerah dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA). Perlu terus mencari alternatif solusi bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, diharapkan juga agar disosialisasikan kepada masyarakat akan kemanfaatan dari pembuatan pupuk organik dan briket arang sebagai solusi membuka lahan tanpa bakar”, tegas Maludin.

Sementara Kepala Desa Pelajau Edi Anhar menyambut baik pelatihan tersebut dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kegiatan ini sangat baik, semoga terus dilakukan ke depannya. Ini salah satu solusi bagaimana kita membuka lahan perkebunan dengan tidak membakar,” katanya

Pelatihan ini diikuti 25 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Pelajau, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tahapan-tahapan pembuatan pupuk organik dan briket arang. #fri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here