Cuma Punya 5 Komputer, SMAN 20 Gelar UNKP

64
SUMSELSATU/YANTI PANTAU UJIAN-Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo meninjau pelaksanaan UNKP di SMA Negeri 20 Palembang Senin (9/4/2018).

Palembang, SumselSatu.com

Dari 22 SMA Negeri (SMAN) yang ada di Kota Palembang, hanya SMA Negeri 20 Palembang yang masih menerapkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) karena hanya memiliki 5 komputer. Hal ini terlihat saat Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pantauan langsung ke SMA Negeri 20 Palembang, pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Senin (9/4/2018).

Kepala Disdik Sumsel Drs Widodo melalui Kabid SMA provinsi Sumsel Bonny Syafrian mengatakan, saat ini sudah ada 85% atau sekitar 55.540 siswa/ SMA di Sumsel menggelar UNBK, dan sisanya 15% atau 9.700 masih UNKP.

“Kalau kita data sebagian memang banyak di luar daerah Kota Palembang. Jadi total yang ikut UN sebanyak 65.240 siswa SMA di Sumsel,” ujar Bonny usai meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 20.

Bonny menhelaskan, dari 22 SMA Negeri di Palembang, masih ada 1 yang masih menerapkan UNKP yakni SMA Negeri 20 Palembang.

“SMA Negeri 20 Palembang masih menggunakan UNKP. Sebagian lagi ada beberapa kabupaten masih menggunakan UNKP, kita sendiri tidak bisa memaksa karena sarana dan prasarananya belum mencukupi,” bebernya.

Bonny mengungkapkan, karena SMA Negeri 20 Palembang dekat dengan Disdik Provinsi Sumsel, makanya Kepala Disdik ingin mengecek dan melihat sendiri agar ke depan SMAN 20 dapat menerapkan UNBK.

“Setelah dilihat ternyata hanya 5 masih berfungsi, sedangkan sisanya banyak yang rusak. Disdik berharap di tahun depan, tidak hanya di Palembang, melainkan semua kabupaten/kota lainnya bisa menggelar UNBK 100 persen,” harap dia.

Ditambahkannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberikan beberapa donasi sarana komputer, meski tidak terlalu banyak. Namun sarana komputer bisa diperbanyak lagi dengan cara bertahap.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 20 Palembang Agustina Wati mengungkapkan, tahun ini mereka belum bisa menerapkan sistem UNBK, melihat kondisi hanya 5 sarana komputer dalam kondisnya baik, dan sisanya lagi banyak rusak.

“Kalau mau UNBK sendiri, kita harus menyiapkan 102 komputer dan 6 komputer cadangan,” ucapnya.

Agustina menjelaskan, untuk siswa SMA Negeri 20 Palembang yang mengikuti UNKP sendiri berjumlah 257 peserta.

“Kita juga tidak bisa menggelar UNBK, karena ada beberapa kondisi disini belum memadai. Belum lagi biaya UNBK yang dirasakan cukup berat. Kita berharap ke depan sarana bisa terpenuhi dan agar semua bisa mengikuti UNBK,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here