Inilah Empat Kriteria Pemimpin yang Diharapkan Masyarakat

54
IDEAL---Direktur Eksekutif SMRC saat memberikan paparan dalam diskusi Media Pilkada Berintegritas di Hotel Santika, Senin (9/4/2018). (FOTO : SS1/Yanti)

Palembang, SumselSatu.com

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djahyadi Hanan mengungkapkan, ada empat kriteria kualitas pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat, yakni pemimpin yang memiliki program pro rakyat, bersih dari korupsi, pemimpin yang tegas dan berwibawa serta pemimpin yang cerdas.

Hal tersebut diungkapkan Djahyadi Hanan dalam diskusi Media Pemilukada Berintegritas di Hotel Santika, Senin (9/4/2018).

Dia mengatakan, di Sumsel perilaku pemilih Pemilukada, masyarakat menginginkan empat kriteria kualitas pemimpin untuk Pilgub.

Yang pertama adalah pemimpin yang memiliki program yang memperhatikan rakyat atau pro rakyat, namun bukan hanya gimmick. Tapi memberikan bukti dilihat dari track record-nya saat menjadi kepala daerah misalnya, memberikan program pendidikan untuk masyarakat miskin, menciptakan lapangan kerja dan melakukan perbaikan infrastruktur.

“Kriteria yang kedua adalah masyarakat menginginkan sosok pemimpin yang bersih dari korupsi. Sudah jadi komitmen masyarakat Sumsel memilih pemimpin yang bersih dari korupsi,” ujarnya.

Kriteria yang ketiga, lanjut Djahyadi, masyarakat menginginkan pemimlin yang tegas dan berwibawa. Dalam hal ini adalah dia memiliki kemampuan mengambil keputusan dan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan punya kompetensi.

“Kriteria yang keempat adalah pemimpin yang cerdas. Sehingga memiliki solusi untuk mengatasi persoalan,” katanya.

Djahyadi mengungkapkan, sampai saat ini berdasarkan dari data survei elektabilitas calon di Pilgub Sumsel ini masih bersaing ketat. Artinya belum ada yang dominan.

“Kekuatan masing-masing calon masing berimbang. Karena yang bertarung adalah kepala daerah   atau wakil kepala daerah. Sehingga mereka punya pengalaman dan basis penduduk dan sudah dikenal masyarakat di Sumsel. Sehingga popularitas mereka sama-sama memadai. Kekuatan logistik mereka masih berimbang,” paparnya.

Ketika disinggung angka partisipasi pemilih, Djahyadi menuturkan, untuk partisipasi pemilih tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Bisa lebih dari 70 persen. Target KPU itu bisa tercapai, ini dibuktikan dalam Pemilukada 2015 dan 2017. Apalagi Pemilukada 2018 ini merupakan persiapan untuk pileg dan pilpres. Sehingga antusias masyarakat juga cukup tinggi,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here