Jembatan Endikat Hanya Bisa Dilalui Satu Lajur

96
Pimpinan proyek Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah IX, Zulkarnain

Palembang, Sumselsatu.com

Untuk saat ini, pengerjaan rehabilitasi Jembatan Endikat ditunda berkisar selama dua bulan. Akan tetapi, untuk saat ini, jalan di atas jembatan utama masyarakat Kota Pagaralam menuju kabupaten Lahat bahkan sampai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut, hanya bisa dilalui satu jalur.

Alasannya, jika selama penundaan rehabilitas Jembatan masih menggunakan dua jalur, akan berakibat pada kondisi jembatan dan akhirnya akan membahayakan para pengguna lalu lintas di atasnya.

“Ya, kita hanya mengizinkan jembatan ini dilalui satu jalur saja,” kata pimpinan proyek Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah IX BBPJN, M Zulkarnain saat ditemui di kantornya, Senin (9/4/2018).

Zulkarnain menjelaskan, jika penggunaan dua jalur akan berbahaya bagi kondisi jembatan Endikat. Itupun, jika ada pergerakan pada jembatan, pihaknya akan menutup total arus lalulintas di atas jembatan.

“Kita sudah sepakat dengan pemerintah setempat, jika ada pergerakan yang membahayakan kondisi jembatan, kita akan tutup total jembatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengerjaan rehabilitasi Jembatan Endikat ini ditunda karena permintaan masyarakat Kota Pagaralam. Melalui Pemerintah Kota Pagaralam masyarakat meminta penundaan penutupan jalan selama dua bulan.

“Ada berbagai alasan kita mengizinkan penundaan rehabilitasi serta penutupan jalan atas Endikat ini. Seperti dalam menghadapi Pemilukada. Dikhawatirkan distribusi Pemilukada ini terhambat. Selain itu, sekarang sedang masa panen, takutnya petani tidak bisa mengirimkan hasil panen dan akibatnya bisa mengganggu perekonomian kota Pagaralam. Terakhir alasannya untuk mempersiapkan bulan puasa dan lebaran. Agar distribusi pangan dan sandang tidak terhambat pula,” ujarnya.

Lanjut Zulkarnain, meskipun ditunda selama dua bulan, bukan berarti pihaknya tidak mengerjakan apapun. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan bahan-bahan untuk rehabilitasi jembatan.

“Rangka jembatan juga mau di-streching dahulu. Jadi ketika proses pengerjaan, tinggal memasangnya saja, kurang lebih dua bulan pengerjaannya selesai,” ungkapnya belum lama ini.

Selain itu, pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan jalan alternatif selama penutupan jalan atas jembatan Endikat. Dijelaskan Zulkarnain, ada satu jalan yang menjadi alternatif selama masa penutupan jalan Endikat, yakni Jalan Gumay.

Akan tetapi jalan tersebut memiliki tekstur yang terjal dan memiliki tikungan tajam akibatnya kendaraan-kendaraan besar tidak bisa melalui jalan ini.

“Kamis (12/3), kami bersama jajaran pemerintah setempat serta kepolisian setempat, akan menguji coba jalan Gumay dengan kendaraan roda Empat seberat 7 ton. Jika berhasil, kita akan pasang rambu lalu lintas, berapa berat kendaraan yang bisa melewati jalan itu. Sedangkan untuk kendaraan besar, solusinya hanya bisa memutar melalui Empat Lawang,” jelas Zulkarnain.

Selain rehabilitasi Jembatan Endikat ini, ada juga 8 jembatan yang di sepanjang jalan Batas Lahat-Simpang Air Dingin-Pagaralam-sampai batas Provinsi Bengkulu yang masuk dalam pemeliharan berkala dengan dana sebesar 6 M.

“Jadi totalnya ada 9 jembatan, akan tetapi hanya Endikat yang di rehabilitasi, 8 yang lainya hanya pemeliharaan berkala,” tutupnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here