Diklatsar Rohis, Hadirkan Kasubag Media Setda Muratara

47
BERI - Kasubag Media dan Pemberitaan, Indrayani memberikan sambutan dalam Diklatsar Rohis di SMAN Rupit.

*Bentuk Pemuda Berkarakter Dan Agamais

Muratara, SumselSatu.com

Pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) kerohanian Islam (Rohis) se-Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi penting dalam pembentukan karakter pemuda. Dan membentengi dengan nilai keagamaan.

Turut hadir dalam Diklatsar Rohis alumni Rohis yang kini berkiprah di Pemkab Muratara sebagai Kasubag Media dan Pemberitaan, Indrayani.

Di hadapan 80 pelajar baik putra-putri. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Pancasila Kabupaten Muratara ini mendapatkan kehormatan membuka langsung Diklatsar Rohis di SMAN Rupit. Sabtu (25/11/2017).

Ketua Komunitas Generasi Cendekia (KGC) Kabupaten Muratara, Ilham Syahril mengatakan pihaknya sengaja mengundang Alumni Rohis Kakanda Indrayani dikarenakan jiwa idealisme dan nafas muslimnya hingga kini masih mendarah daging.

Dengan aktifitasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menyurutkan dirinya untuk tetap membina adik-adiknya secara langsung dan bersama-sama. Ini wujud kepeduliannya membangun generasi penerus bangsa di Kabupaten Muratara agar berkarakter dan memiliki nafas Islami di kehidupan sehari-hari.

“Inilah yang membuat kita mengundang sekaligus meminta beliau membuka acara Diksarlat Rohis ini. Kita butuh pengalamannya untuk membangun manusia Kabupaten Muratara yang berkarakter muslim. Beliau sangat terbuka memberikan wawasan kebangsaan penuh dengan nuansa Islamiah,” tegas Ilham Syahril.

Menurutnya, kehadiran Indrayani sangat membuka wawasan generasi penerus bangsa se-Kabupaten Muratara. Rohis adalah salah satunya kegiatan positif yang menyiapkan generasi penerus Kabupaten Muratara ke depannya.

Mengapa begitu? Kegiatan yang dijalankan selama masa sekolah biasanya para pelajar mencari jati diri dan sedang ego-egonya. Sehingga, perlu dibentengi dengan nilai keagamaan. Semua kembali kepada diri masing-masing. Karena di sebagai generasi penerus bangsa jangan sampai menghabiskan waktu dengan kehidupan yang terjerumus dalam kehidupan yang salah dan sia-sia.

Seperti pergaulan bebas dan narkoba serta tindak pidana lainnya. Sehingga, merugikan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

“Inilah hal positif dilakukan Diksarlat Rohis. Membentengi generasi penerus bangsa dengan kegiatan dakwah terstruktur secara jemaah. Sehingga, para pelajar lebih kenal dengan Islam secara menyeluruh (menyeluruh),” jelas dia.

Ilham Syahril menjelaskan, kehidupan Islami yang rahmatan lil Alamin mengatur sendi-sendi kehidupan. Pelajar diharapkan menjadi santun, saling hormat menghormati, merangkul dan turut andil dalam mensukseskan pembangunan yang dicanangkan pemerintah baik itu pusat maupun daerah.

“Kader-kadernya kita didik dalam diklatsar ini dalam rangka dakwah di sekolah dan membentuk manusia yang berkarakter Islami,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Media dan Pemberitaan Setda Muratara, Indrayani mengaku sangat terharu dan bangga bisa hadir dalam acara diklatsar yang digelar KGC perdana ini.

“Saya terharu merasa lebih muda 10 tahun lagi dan ini secara tidak langsung bernostalgia dalam dirinya saat menjadi aktivis pelajar maupun kampus dan hingga sekarang tetap tegak lurus dalam menjalankan aktifitas yang lebih luas dengan nafas Islam,” kata Indrayani.

Dia menjelaskan dirinya bangga melihat adik-adik pelajar Muratara sangat semangat dalam mengikuti Diklatsar Rohis.

“Dengan kegiatan ini saya yakin, cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara dalam mewujudkan manusia Muratara yang bermartabat dapat terwujud,” tegas dia.

Selain itu, manusia bermartabat itu sendiri memang harus ditempa dengan nafas Islami yang mengatur kehidupan manusia secara kompleks. Artinya kegiatan rohis ini merupakan kegiatan ekskul yang harus didukung, bila perlu diwajibkan dalam pelajaran tambahan di sekolah.

Sebab, dalam kegiatan ekskul ini. Pemuda akan membentengi dirinya dengan Al-Quran maupun Al-Hadits. Nah, ini juga upaya merubah image Kabupaten Muratara yang sangar dikenal di daerah lain. Menjadi masyarakat yang santun, masyarakat yang berpendidikan dan juga masyarakat yang memiliki nilai nilai agamis.

Sehingga, kegiatan ini memberikan pengaruh besar tidak hanya disekolah saja. Namun sekembali ke rumahnya dan lingkungannya mereka dapat saling menasehati antar saudara maupun teman-temannya.

“Saya yakin kegiatan ini mampu menangkal kenakalan remaja, bentrok antar pelajar, mereka lebih memilih kegiatan yang positif daripada yang tidak bermanfaat,” pungkasnya. #adv/gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here