
Kayu Agung, SumselSatu.com
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengajak masyarakat, Karang Taruna, Tenaga Sosial Kesejahteraan Kecamatan (TSKK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pilar Sosial Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), untuk memanfaatkan perkarangan rumah dan kantor dengan menanam sayuran.
Tidak hanya mengajak, Dinsos OKI juga memberikan contoh dengan terlebih dahulu menanam sayuran jenis terong di belakang Kantor Dinsos OKI, bahan terong itu sudah dipanen. Tujuan memanfaatkan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan akan memberikan nilai lebih bagi keluarga itu sendiri.
“Artinya jika ada lahan yang tidak cukup luas bisa ditanam cabe, terong atau sayuran maka minimal bisa mengurangi pengeluaran. Karena itu, tanah yang masih kosong harus manfaatkan,” ujar Kepala Dinsos OKI Amir saat memanen tanaman terong di belakang Kantor Dinsos OKI, Rabu (20/12/2017).
Menurutnya, jika warga memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, maka sangat disayangkan jika lahan tersebut tidak termanfaatkan dengan baik. Sementara untuk warga yang kekurangan lahan, maka warga dapat melakukan dengan menggunakan polibag atau sistem hidroponik.
“Saya imbau ini dapat diawali oleh teman-teman di pilar pilar sosial agar dapat mengawalinya dan menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.
Dijelaskannya, proses menanam sayuran sangat mudah dan sederhana dengan cara melakukan perawatan yang baik, maka hasilnya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sekaligus dapat menekan biaya belanja kebutuhan dapur utamanya untuk belanja sayur.
“Kalau lahannya luas tentu hasilnya akan lebih banyak dan dapat dijual dan memberikan nilai tambah. Jika lahannya terbatas paling tidak bisa mengurangi biaya, saya miris rasanya kita tinggal di kampung tetapi cabe harus beli ke pasar,” cetusnya.
“Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan tidak hanya perlu lokasi atau lahan yang luas, tetapi membutuhkan keseriuan dari pemilik untuk peduli dengan tanamannya. Artinya, jika hal ini kita biasakan maka akan memberikan manfaat lebih, tergantung bagaimana kita bisa mengelolanya,” pungkas dia. #ari