Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Gelar Edukasi Mindset Menabung Santri Pesantren Tahfidz Alquran Izzuddin Palembang

PENGABDIAN---Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya saat melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Izzuddin Palembang. (FOTO: IST/DOKUMENTASI UNSRI).

Palembang, SumselSatu.com

Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Izzuddin Palembang.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Pendidikan Mindset Menabung yang Benar bagi Santri di Pesantren Tahfidz Alquran Izzuddin’ merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini diikuti santri mukim atau santri yang menetap dan tinggal di dalam lingkungan pondok pesantren secara permanen tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para santri mukim ini sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan dilaksanakan di aula dan ruang kelas dengan suasana yang penuh semangat. Para santri tampak antusias ketika para tim kegiatan menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, peserta diajak memahami konsep menabung tidak hanya sebagai aktivitas finansial, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.

FOTO BERSAMA—Dosen Fakultas Ekonomi Sriwijaya foto bersama usai melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat.

Materi yang disampaikan berfokus pada tiga aspek utama, yaitu mindset positif terhadap uang, strategi menabung yang realistis bagi santri, dan pengelolaan keuangan sederhana sehari-hari. Tim kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan metode diskusi dan simulasi agar peserta lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Beberapa santri juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung cara membuat catatan keuangan pribadi melalui buku saku.

BERI PENJELASAN—Prof Yuliani memberikan pemahaman terkait manfaat menabung kepada para santri.

Ketua Tim Pengabdian Prof Dr Yuliani, SE, MM, CFP, mengatakan, kegiatan ini bertujuan membentuk pola pikir keuangan yang sehat sejak usia remaja.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi melatih diri untuk berpikir visioner dan mengatur prioritas hidup,” ujar Prof Yuli.

Yuli menyampaikan, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim pengabdian berharap dapat menanamkan nilai-nilai ekonomi islami dan kemandirian sejak dini pada generasi muda pesantren. Dengan mindset menabung yang benar, santri tidak hanya cerdas dalam menghafal Alquran, tetapi juga bijak dalam mengelola rezeki dan menata masa depan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang religius, produktif dan mandiri serta mampu mengelola keuangan dengan bijak,” kata lulusan Strata Tiga (S3) Universitas Brawijaya itu.

ANTUSIAS—Para santri tampak antusias ketika para tim kegiatan menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Sementara itu, Kepala Asrama SIT Izzuddin Uztadz H Muhammad Mush’ab, LC, Pgd, menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Dia menyampaikan bahwa pembinaan mindset finansial sangat relevan bagi santri.

“Kami melihat pentingnya pembelajaran seperti ini karena santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga perlu dibekali keterampilan hidup. Dengan kegiatan seperti ini, mereka belajar mengelola rezeki dengan bijak,” ujar Mush’ab dengan penuh apresiasi.

Dia berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tema pembinaan karakter dan kemandirian lainnya.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi berikutnya, apalagi jika bisa mendukung pembentukan santri yang unggul secara spiritual dan sosial,” katanya.

Aulia, salah satu santri peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Saya baru tahu kalau menabung itu tidak hanya soal punya uang lebih, tetapi juga soal niat dan tujuan jangka panjang. Sekarang saya mau mulai menabung dari uang saku harian,” ungkap Aulia dengan senyum semangat.

Selama kegiatan berlangsung, para santri aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara menabung yang cocok untuk kondisi mereka di pesantren. Mereka juga belajar membuat perencanaan keuangan kecil, seperti menentukan target tabungan untuk membeli kebutuhan pribadi tanpa harus bergantung pada orang tua.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan pembagian buku saku panduan menabung bagi santri. Buku tersebut berisi tips sederhana dan motivasi agar santri dapat terus menerapkan kebiasaan menabung secara konsisten. #fly/rel

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here