
Palembang, SumselSatu.com
Di tengah gempuran kafe modern dan ritel waralaba, usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis kerakyatan tetap menunjukkan eksistensinya. Salah satu potret nyata ketangguhan ekonomi lokal tersebut adalah Gerobak Dia Berkah, sebuah warung sederhana milik Ibu Diah yang terletak strategis di area Lorong Masjid.
Didirikan pada tahun 2016, usaha ini lahir dari semangat Ibu Diah untuk membantu menopang ekonomi keluarga. Tanpa latar belakang keahlian khusus, ia memulai langkahnya hanya dengan modal terbatas dan sebuah gerobak sederhana. Namun, siapa sangka, keteguhan hati tersebut kini telah membuahkan hasil yang konsisten selama hampir satu dekade.
“Usaha ini tidak berawal dari hobi atau keahlian khusus, melainkan dari pengalaman sederhana dalam berjualan serta tekad untuk mencari penghasilan,” ujar Ibu Diah dibincangi saat sedang berjualan.
Perjalanan Ibu Diah tentu tidak selalu mulus. Pada masa awal merintis, ia harus berjuang menghadapi keterbatasan modal dan persaingan ketat. Namun, keramahan pelayanan dan harga yang merakyat menjadi kunci utama Gerobak Dia Berkah tetap bertahan hingga saat ini.
“Tantangannya adalah keterbatasan modal dan kesulitan menarik pelanggan karena persaingan dengan warung lain di sekitar,” katanya.
Gerobak Dia Berkah menjadi tujuan utama bagi masyarakat sekitar, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Warung ini menyediakan berbagai kebutuhan harian ringan, seperti es minuman, mie instan, kopi, rokok, serta aneka jajanan ringan.
“Best seller adalah rokok karena
diminati oleh pelanggan dewasa. Sementara kopi dan minuman es laris pada siang dan sore hari,” katanya.
Setiap harinya, Ibu Diah mampu melayani antara 50 hingga 100 pembeli. Dengan jam operasional dari pagi hingga malam, warung ini tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi warga yang beraktivitas di sekitar lingkungan Lorong Masjid.
Dari segi omzet, usaha ini mampu meraup pendapatan kotor berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp4.000.000 per bulan. Angka ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang tekun, meski masih menggunakan sistem pemasaran offline (langsung), mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga.
“Cukuplah untuk membantu perekonomian keluarga,” ucapnya.
Meski saat ini belum merambah platform digital seperti ojek online atau memiliki sertifikasi formal seperti PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan Halal, potensi pengembangan Gerobak Dia Berkah masih sangat terbuka lebar.
Ke depan, peningkatan kualitas produk dan perluasan jangkauan pemasaran menjadi harapan agar usaha ini semakin profesional. Kisah Ibu Diah adalah pengingat bagi kita semua bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari konsistensi dan niat tulus untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Masih menggunakan sistem penjualan langsung atau offline di lokasi gerobak, belum memanfaatkan platform online seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. Selain itu, belum memiliki sertifikasi halal maupun PIRT karena masih tergolong usaha kecil,” katanya.
Perjalanan Gerobak Diah Berkah memberikan pelajaran berharga bagi para pelaku UMKM lainnya bahwa untuk bertahan hampir satu dekade, yang dibutuhkan bukan hanya modal besar, melainkan semangat yang tidak pernah padam dan kedekatan dengan pelanggan. (Penulis: Nurhidaya/Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).
PROFIL DATA USAHA
Nama Usaha: Gerobak Dia Berkah
Nama Pemilik: Ibu Diah.
Tahun Berdiri: 2016.
Jenis Usaha: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) – Sektor Kuliner & Retail Warung.
Alamat Usaha: Lorong Masjid (Kawasan pemukiman warga).
Jam Operasional: Setiap Hari (Pagi s.d. Malam – Menyesuaikan kondisi).
Sistem Pemasaran: Penjualan Langsung (Offline) melalui gerobak di lokasi strategis.
Target Pasar: Masyarakat lokal, jamaah masjid, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Rata-rata Pengunjung: 50 – 100 orang per hari.
Kategori Produk:
Minuman (Es minuman, Kopi seduh)
Makanan (Mie instan siap saji)
Kebutuhan Harian (Rokok, Jajanan/Camilan ringan)
Produk Unggulan (Best Seller): Rokok
Modal Awal: Modal Mandiri Skala Mikro (Pengadaan gerobak sederhana dan stok barang awal).
Estimasi Omzet: Rp2.000.000 – Rp4.000.000 per bulan.
Tujuan Usaha:
*Menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
*Menyediakan kebutuhan harian masyarakat sekitar dengan harga terjangkau.
*Menjaga keberlanjutan ekonomi mandiri melalui pelayanan yang konsisten.









