Hadapi SFC, Arema Benahi Transisi Permainan

44
​Arema saat berhadapan dengan Bhayangkara FC (Foto: Kompas)

Malang, SumselSatu.com

Arema FC masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar yang mesti dibenahi sebelum melawan Sriwijaya FC, dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia pekan 30 mendatang. Transisi permainan, dari menyerang ke bertahan, menjadi salah satu titik lemah sehingga dengan mudah dimanfaatkan oleh pemain lawan untuk mencetak gol.

Hal tersebut sudah disampaikan oleh Pelatih PS TNI Rudi Eka Priyambada. Dia melihat, Arema tim yang agresif atau menyerang. Akan tetapi, pemain terlalu enjoy menyerang sehingga keteteran saat menghadang serangan balik. Apalagi dengan serangan balik cepat, seperti yang terjadi dalam dua laga terakhir.

“Sangat terlihat jelas saat melawan Bali United. Makanya kami memanfaatkan kelemahan itu untuk bisa mencuri poin saat bermain melawan mereka. Jika sama-sama dihadapi dengan agresif, tentu tidak tepat bagi kami,” ujar Rudi.

Melihat kondisi demikian, Pelatih Arema, Joko Susilo tidak mengelak, jika gol-gol lawan terjadi karena transisi permainan yang kurang cepat setelah melakukan serangan. Begitu tim lawan menyerang, beberapa pemain gagal menghentikan. 

“Kalau dilihat permainan kami, sudah sangat bagus. Kami menyerang, kami menguasai permainan. Bertahan pun sangat bagus, cuma memang kami sempat kecolongan,” ungkapnya.

Menurut dia, pekerjaan rumah tersebut yang kini mesti diselesaikannya selama persiapan melawan Sriwijaya FC. Pemain harus menjaga konsentrasinya, untuk memperkuat pertahanan. Sebab, untuk permasalahan menyerang dan menguasai permainan, Arema ditengarai tidak mengalami kendala.

“Serangan sudah sangat bagus, peluang juga banyak. Tetapi saya yakin pemain akan belajar banyak hal dari beberapa pertandingan terakhir,” papar pria dengan sapaan akrab Gethuk itu dilansir dari MalangPost.

Menurutnya, secara permainan timnya juga terus mengalami peningkatan. Meski gagal menang dalam empat laga terakhir, akan tetapi tim bisa mencetak gol di tiga laga. Hal itu jauh berbeda beberapa waktu lalu, ketika lini depan mandek, diiringi kurang solidnya lini pertahanan saat satu per satu pemain belakang absen.

Sementara itu, dalam latihan Arema, Gethuk juga kerap memberikan latihan khusus untuk bertahan dan menyerang. Pemain Arema dilatih untuk bisa mencetak gol, baik melalui set play maupun set piece. 

“Semua sudah berjalan baik, kami memiliki peluang baik dari tendangan bebas maupun permainan terbuka. Memang sekarang tinggal memperkuat transisi, sebab dalam sepak bola hanya menyerang, bertahan dan transisi,” tandas dia.  #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here