Herman Deru Minta PLN Segera Aliri Listrik di 62 Desa

JAJARAN MANAJER PLN ---- Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama jajaran manajer PLN UIW S2JB. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Sampai saat ini masih ada 62 desa di Sumatera Selatan (Sumsel) yang warganya belum menikmati pelayanan PLN. Gubernur Sumsel Herman Deru pun meminta PLN segera mengaliri listrik di desa-desa tersebut.

“Kemarin saya ajak para manajer PLN, ada yang ngomong tahun 2020 harus 100 persen Sumsel dialiri listrik.  Itu harus dilakukan. Kalau dak biso pake jaringan, pake listrik tenaga surya, kalau masih dak biso pake PLTD. Saya tidak main-main karena listrik ini kebutuhan,” tegas Gubernur saat diwawancara usai acara MultiStakeholder Forum PT PLN (Persero) se-Sumsel di Hotel Santika Premier, Kamis (20/6/2019)

Herman Deru menceritakan, saat awal menjadi Bupati OKU Timur ada 33 persen desa yang belum dialiri listrik. Namun kemudian 100 persen desa di kabupaten tersebut bisa mendapat fasilitas listrik dari PLN.

“Yang ingin menikmati listrik bukan hanya kota saja. Tapi masyarakat desa juga. Sekarang masih ada 62 desa di Sumsel yang belum dialiri listrik. Itu 2020 harus 100 persen sudah dialiri listrik, ” ujar Herman Deru.

Dia menjelaskan, desa yang banyak belum dialiri listrik adalah desa di daerah perairan. “Saya tawarkan ke PLN, kalau ada sumbatan itu biarlah Gubernur nyelesaikan. Segeralah aliri listrik di 62 desa itu,” tegasnya.

Sementara itu,  GM PLN (Persero) Unit Induk Wilayah S2JB Daryono menuturkan, rasio kelistrikan di Sumsel saat ini 98,30 persen. Pada 2020 ditargetkan 100 persen di Sumsel sudah dialiri listrik.

“Sekarang ada 62 desa yang belum dialiri listrik. Rinciannya adalah di Banyuasin lima desa, Lahat satu desa, Muba empat desa, Muratara satu desa, Mura dua desa,  OKI 34 desa, dan OKUS 15 desa. Itu rata-rata daerah perairan, karena tidak ada akses jalannya. Jadi kita usulkan pakai tenaga surya, ” bebernya.

“Kita targetkan 2020 seluruh Sumsel sudah dialiri listrik. Karena kebutuhan listrik ini sangat vital, apalagi di era revolusi industri 4.0,” pungkasnya.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here