Palembang, SumselSatu.com
Akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa negara berkembang, termasuk di Indonesia. KLB Difteri ditemukan minimal satu kasus Difteri klinis di suatu ini wilayah kabupaten/kota.
Meskipun Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih dalam kondisi aman dari virus berbahaya tersebut. Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Sumsel melaui kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, terus mengingatkan masyarakat agar terus menjaga diri dan terhindar dari penyakit yang bisa menyebaba kematian ini.
“Salah satu pencegahannya yakni dengan rutin melakukan imunisasi, terutama bagi anak anak yang rentan terkena penyakit ini”, ungkapnya Lesty saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (15/12/2017).
Lanjut Lesty, dirinya mengajak meminta kepada masyarakat agar tidak menolak imunisasi terutama bagi anak-anak. Karena anak – anak sangat rentan terkena Difteri. “Untuk itu, cara pencegahan dan penanggulangan difteri yang lebih efektif hanya dengan imunisasi sebab imunisasi memberikan kekebalan seumur hidup”, jelasnya.
Agar penyebaran difteri dapat dicegah, tambah Lesty, masyarakat perlu meningkatkan status kekebalan mereka melalui imunisasi difteri yaitu imunisasi DPT/HB/Hib yaitu pada usia 2 bulan sampai 1 tahun sebanyak 3 dosis kemudian lanjutan pada usia 18 – 24 bulan, dan pada saat Sekolah Dasar melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kelas 1, 2 dan 5 SD.
“Untuk terciptanya kekebalan di masyarakat minimal 95 % anak usia tersebut sudah mendapatkan imunisasi. Disamping itu imunisasi perlu diulang untuk mendapatkan kekebalan maksimal sebab imunisasi satu kali tidak cukup melindungi anak karena belum menciptakan kekebalan yang maksimal. Untuk itu masyarakat pastikan anaknya mendapat imunisasi sesuai dengan umur yang dianjurkan pemerintah”, tutupnya. #ard