Ini Langkah Pemkab Banyuasin Atasi Kerugian Negara Akibat Stunting

64
Suasana Diskusi Publik dan Phase Out Program Kampanye Gizi Nasional Kabupaten Banyuasin di Hotel Raden, Palembang. Kamis (15/02/2018).

Pangkalan Balai, SumselSatu.com

Stunting meningkat se-Indonesia, turut berdampak pada kerugian negara hingga triliunan rupiah. Hal itu dikatakan HM Senen Har Asisten II Pemkab Banyuasin, dalam kesempatan Diskusi Publik dan Phase Out Program Kampanye Gizi Nasional Kabupaten Banyuasin di Hotel Raden, Jalan Alang-alang lebar KM 11, Kota Palembang, Kamis (15/2/2018).

Kegiatan itu, turut dihadiri Dr Mgs Hakim, Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin, Karwana Supriono, SE, Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin serta perwakilan Tim Koordinasi dan Tim Tehnis RAD-PG Kabupaten Banyuasin, Perwakilan IMA World Health – Lembaga mitra WCC Palembang, dan intansi terkait lainnya.

Senen Har, mewakili Ir Supriono Bupati Kabupaten Banyuasin juga mengungkapkan, dalam upaya menurunkan angka stunting tidak hanya ada di satu sektor, melainkan upaya peningkatan Gizi di seluruh sektor. Dari mulai tingkat kecamatan, Kelurahan hingga desa harus di lakukan.

Menurutnya, kesehatan merupakan harta yang paling berharga. Pengaruh zaman juga membuat sebagian masyarakat berdampak pada pola yang kurang baik dalam asupan gizi kepada anak.

Untuk itu mulai dari tenaga honorer hingga ribuan pegawai negri sipil (PNS) di pemerintahan Kabupaten Banyuasin. Bahkan seluruh sektor bersinergi untuk meningkatkan status gizi yang baik bagi masyarakat.

“Stunting itu kekurangan gizi, akibat zaman now ibu-ibu tidak mau memberikan ASI kepada anaknya. Hal itu sangat berpengaruh pada gizi anak, yang juga dapat menyebabkan pertumbuhan dan tinggi anak yang tidak normal,” sambungnya

Adanya tingkat stunting yang tinggi, juga berpengaruh terhadap berkurangnya penghasilan Negara yaitu mencapai 20 persen per tahun. “(Jika dirupiahkan) senilai 300 triliun per tahunnya, berkurangnya penghasilan negara akibat stunting di Indonesia,” paparnya.

Senen Har menjelaskan, manakala banyak terjadinya stunting, tentu akan banyak program yang mengeluarkan biaya. “Jadi dari kampanye yang telah dilakukan di lapangan, kita mengerucut dan kita sudah buat rencana peningkatan Gizi di 2018 ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, Dr Mgs Hakim Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, pihaknya dalam hal ini untuk menurunkan angka stunting, telah melakukan sosialisasi keberbagai wilayah daratan dan perairan yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Guna melakukan upaya pencegahan terjadinya stunting serta melakukan peningkatan Gizi bagi masyarakat.

“Dari data kongkrit yang kita dapat, maka kita lanjutkan dengan penyuluhan kepada masyarkat secara langsung untuk peningkatan Gizi anak,” singkatnya. #fri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here