Ini Sembilan Daerah Rawan Karhutbunla di Sumsel

47
DAERAH RAWAN---Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah saat menunjukkan Monitor pengawasan Hotspot Karhutla di seluruh Wilayah Sumsel. (FOTO: SS1/Mardiansyah)

Palembang, Sumselsatu.com

Masuknya akhir musim penghujan di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menjadikan Pemerintah Provinsi Sumsel cepat bersiaga guna menghadapi musim panas atau musim kemarau. Hal ini di lakukan guna mengantisipasi kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) yang selalu mengancam Sumsel setiap tahunnya.

Untuk itu, pemerintah Provinsi Sumsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel akan menyiagakan posko yang tersebar di Sembilan Kabupaten/kota yang dianggap rawan Karhutbunla mulai dari jauh hari sebelum memasuki musim panas.

Hal ini diungkapkan langsung oleh kepala BPBD Sumsel, Iriansyah.

Dia mengatakan sembilan Kabupaten/Kota yang rawan Karhutbunla antara lain Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Pali, dan Ogan Komering Ulu (OKU)

“Ya, sembilan daerah itu merupakan titik rawan Karhutbunla di Sumsel,” kata Iriansyah usai Rapat Koordinasi Persiapan Posko Karhutbunla Provinsi Sumsel Tahun 2018 di Kantor BPBD Sumsel, Rabu (21/3/2018).

Iriansyah menjelaskan, untuk posko tersebut disediakan langsung oleh perusahaan kehutanan dan perkebunan itu sendiri, guna mencegah terlebih dahulu agar tidak terjadi Karhutbunla.

“Jadi, setiap perusahaan wajib menyediakan posko yang juga dilengkapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari 10 sampai 15 orang. Selain itu, dalam segi peralatan juga lengkap sehingga kalau terjadi Karhutbunla langsung bisa segera dipadamkan,” ungkapnya.

Menurut Iriansyah, musim kemarau akan masuk pada bulan Mei karena curah hujan yang sudah mulai menurun. “Kami prediksi akan ada 750 titik hotspot yang akan tersebar di Sembilan Kabupaten/kota ini,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, lanjut Iriansyah, Gubernur Sumsel juga sudah menetapkan status siaga untuk menghadapi Karhutbunla. Apalagi, Palembang akan menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games Agustus mendatang.

“Kalau ini terjadi bukan hanya nama Sumsel saja yang jelek tetapi Indonesia juga di mata negara lain,” katanya.

Iriansyah menambahkan, pihaknya berharap agar di tahun ini tidak terjadi  Karhutbunla sehingga tidak menggangu Asian Games. “Intinya jangan sampai ada asap yang mengganggu Asian Games. Kalau ada titik asap langsung kita padamkan,” pungkasnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here