Palembang, SumselSatu.com
Serikat buruh di Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan silaturahmi dalam rangka menunggu penetapan upah buruh dan persiapan Pemilu 2024 agar berjalan damai, aman dan kondusif. Pertemuan digelar di Kafe Kalpataru, Jalan Basuki Rahmad, Palembang, Selasa (24/10/2023).
Ketua Federasi Serikat Buruh Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri(FSB Nikeuba) dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Palembang Hermawan, SH, mengatakan, pertemuan membahas adalah bagaimana proses politik ke depan.
“Sehingga intensitas isu ketenagakerjaan tidak mengganggu daripada kegiatan politik yang berlangsung. Karena pengupahan akan berjalan pada masa kampanye, sebelum kampanye dan pascakampanye Pemilu 2024,” ujar Hermawan.
Hermawan menuturkan, serikat buruh tidak ada persoalan menghadapi pemilu. Kebebasan berserikat mengeluarkan pendapat dalam aksi, atau unjuk rasa diatur perundang-undangan. Berbeda dengan perundang-undangan menyangkut dengan pemilu. Sehingga apa yang mungkin dilakukan oleh serikat buruh dan serikat pekerja sepanjang sesuai aturan tidak menjadi persoalan.
“Sedangkan terkait kegiatan politik itu domain peserta pemilu, partai politik dan penyelenggara pemilu. Sehingga apabila ada aksi unjuk rasa yang mungkin mereka lakukan harus dengan didasarkan pada ketentuan perundang-undangan bersangkutan. Artinya itu mengatur hal yang berbeda dengan ketentuan menyangkut serikat pekerja atau serikat buruh yang diatur Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998,” katanya.
Dalam proses ini, pihaknya akan tetap memperjuangkan hak-hak buruh dalam bentuk dialog atau secara aksi.
“Karena aturan ketenagakerjaan itu bagi kami masih sangat menyengsarakan pekerja buruh,” ucapnya.
Terkait sosialisasi peserta pemilu, sudah ada yang melakukan kampanye. Bahkan ada banner yang didirikan tanpa ada izin. Sehingga banyak yang berpendapat mengapa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum melakukan tindakan preventif dalam bentuk pencegahan.
“Money politik tadi dibahas bawa ada dugaan money politik sudah berjalan secara masif dan juga secara vulgar. Artinya masyarakat itu sudah banyak mengetahui bahwa ada oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk mengkonsolidasikan masyarakat baik melalui tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan. Itu juga dipertanyakan oleh kawan-kawan sebagai masyarakat agar Bawaslu melakukan tindakan preventif terhadap upaya money politik yang justru merugikan dasar-dasar kita berdemokrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW KSBSI Nikeuba Sumsel Ali Hanafiah mengatakan, pertemuan digelar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pasalnya,ada beberapa momen yang dianggap penting, yakni kenaikan upah setiap tahun dan sudah ada rekomendasi kenaikan upah tapi karena regulasinya masih tumpang tindih sehingga belum ada kepastian apa yang mau dipakai.
“Sehingga hari ini pemerintah baru punya draft sementara mendekati untuk memutuskan upah. Itu adalah alat pemicu yang membuat kondisi politik di Sumsel yang tidak stabil,” katanya.
Dia mengatakan, berkaitan dengan tahun politik jadi mereka memberitahu bahwa batasan ketentuan hukum tentang partai politik itu itu yang dijelaskan oleh Bawaslu.
“Memang kita jelaskan juga antara Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan undang-undang politik itu tidak korelasi sehingga tidak bisa digabungkan jadi satu. Jadi kekhawatiran itu jangan terlalu ditonjolkan karena kami serikat buruh tetap akan menjaga kedamaian,” katanya.
“Tadi kami sudah menjelaskan, setiap aksi kami tidak pernah anarkis,” dia menambahkan.
Terkait upah itu sangat sensitif. Karena bayangkan saja sekarang kebutuhan pokok sudah naik, tapi upah belum naik.
“Karena diberlakukan upah baru itu per Januari 2004. Dan hari ini regulasi masih dibahas dan itu sangat mengkhawatirkan, dan kami tidak akan diam,” katanya.
“Karena di draft ini ada kemungkinan tidak naik itu. Jadi sensitif buat kawan-kawan buruh karena ada kekhawatiran sampai 2024 tidak ada kenaikan. Akan tetapi kami akan tetap menjaga kondusifitas di Smsel menjelang pelaksanaan pemilu tahun ini,” tambahnya. #nti