Jembatan Ogan Masih Ditutup

63
Kadishub Sumsel Nelson Firdaus menunjukkan lokasi Jembatan Ogan lama di peta Palembang, Kamis (7/6). (FOTO: SS1/Mardiansyah)

Palembang, SumselSatu.com

Benturan akibat kapal tongkang menabrak pilar Jembatan Ogan lama di Sungai Ogan, Kertapati, Palembang mengakibatkan pilar jembatan bergeser 2 centimeter. Sampai Kamis (7/6), jembatan terpaksa masih ditutup demi keamanan pengendara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel Nelson Firdaus menjelaskan, kapal tongkang itu dari perairan dalam Kota Palembang melakukan bongkar material tiang pancang dari PT Waskita Karya untuk pembangunan jalan tol.

“Tongkang ini ditarik oleh tug boat kangkat, akibat benturan terjadi keretakan di pilar jembatan”, kata Nelson  saat ditemui di kantornya, Kamis (7/6).

Menurut Nelson, saat ini pihaknya  bersama Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pol Air Polda Sumsel, dan Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumsel sedang menyelidiki kecelakaan tersebut.

Jika hasil dari penyelidikan kecelakaan tersebut terungkap ada kelalaian, lanjut Nelson, pelaku harus bertanggungjawab mengganti kerusakan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Untuk saat ini langkah ke depannya kita masih tunggu hasil dari penyelidikan, yang pastinya penabrak itu wajib memperbaiki kerusakan jembatan dan rumah yang rusak akibat tabrakan,” tegas Nelson.

Pasca kecelakaan, kapal tongkang sudah dievakuasi ke kawasan sekitar Jembatan Musi II sehingga tidak menghambat lalu lintas di Sungai Musi.

“Yang pasti kecelakaan itu berpengaruh, seperti terjadi penumpukan untuk lalulintas di perairan Sungai Musi,” kata Nelson.

Sementara untuk lalulintas di atas Jembatan Ogan lama masih ditutup. Kendaraan dialihkan ke Jembatan Ogan baru yang dibagi menjadi dua jalur.

“Lalulintas tetap berjalan, tapi kita alihkan semua ke Jembatan Ogan baru, bisa dengan dua lajur, bisa juga dengan sistem buka tutup bergilir,” tutupnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here