Hanya Dodi-Giri yang Berpasangan Hadiri Deklarasi Kampanye Damai

223
TANDATANGAN---Calon Wakil Gubernur Giri Ramanda N Kiemas saat membubuhkan tandatangan di kegiatan Deklarasi Kampanye Damai, Minggu (18/2/2018). (FOTO-FOTO: SS1/ANTON R FADLI)

Palembang, SumselSatu.com

KPU Sumsel, Minggu (18/2/2018), menyelenggarakan Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018, di Halaman Gedung KPU Sumsel, Jakabaring, Palembang.

Pantauan SumselSatu.com, hanya Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel Nomor Urut 4, Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas, yang hadir berpasangan pada acara Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Sumsel 2018 itu.

Cagub Nomor Urut 1 Herman Deru hadir tanpa ditemani Cawagub Mawardi Yahya. Cawagub Nomor Urut 2 Irwansyah datang tidak didampingi Cagub Saifuddin Aswari Rivai. Cagub Nomor Urut 3 Ishak Mekki juga hadir tanpa bersama Cawagub Yudha Pratomo Mahyuddin.

Ketika ditanya tentang ketidakhadiran pasangannya, Herman Deru menyampaikan, Mawardi Yahya tengah berada di Arab Saudi karena menunaikan ibadah umroh.

“Pak Mawardi sedang umroh karena sudah terjadwal, karena visanya sudah didapat tidak bisa dibatalkan lagi. Ya, mohon maaf tidak dapat menghadiri acara ini, Beliau (Mawardi Yahya-red) sedang berada di Tanah Suci,” kata Herman Deru.

Sedangkan Cawagub Irwansyah mengatakan, pasangannya Aswari tidak dapat mengikuti menandatangani Deklarasi Kampanye Damai karena sedang berada di Lubuk Linggau menghadiri acara peringatan HUT Partai Gerindra.

“Lagi HUT Gerindra, dipusatkan di Linggau,” kata pria yang kalah dalam Pemilukada Babel 2017 lalu itu.

Cagub Ishak Mekki menyampaikan, pasangannya, Yudha, alpa di acara Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Sumsel 2018 karena sedang berada di luar negeri.

“Yudha lagi ke Amerika,” kata Ishak.

Cagub Sumsel Nomor Urut 4 Dodi Reza Alex ketika dibincangi SumselSatu mengatakan, kehadirannya bersama Giri Ramanda Kiemas untuk menandatangani Deklarasi Kampanye Damai sebagai bentuk keseriusan mereka mengikuti Pemilukada Sumsel 2018.

“Kami berkomitmen akan melakukan kampanye secara damai, tidak melakukan kampanye hitam, tidak menghina, memfitnah, dan membuat pernyataan tentang kandidat lain yang tidak sesuai dengan faktanya,” kata Dodi.

“Intinya kami, dan tentunya kita semua ingin Pemilukada Sumsel, seluruh Pemilukada di Sumsel dapat berjalan dengan damai, tidak ada kerusuhan. Jika memang mencintai Sumatera Selatan, mari jaga Sumatera Selatan ini bersama-sama,” timpal Giri Ramanda Kiemas.

Ketua KPU Sumsel Aspahani ketika disinggung soal ketidakhadiran Cagub dan Cawagub pada Deklarasi Kampanye Damai mengatakan, undangan yang disampaikan KPU Sumsel adalah kepada pasangan calon dan tim kampanye mereka.

“Disebut wajib ya wajib sebenarnya, karena ini menyangkut deklarasi yang menyangkut mereka,” ujar Aspahani ketika disoal apakah pasangan calon wajib hadir atau tidak.

“Tetapi ada alasan-alasan mereka yang sudah dikemukakan dengan kami, saya tadi juga menerima ada surat ada yang umroh mulai hari Sabtu kemarin, kami tidak bisa pungkiri mereka ada hak-hak yang mereka ingin lakukan,” tambahnya.

Ketua KPU Sumsel menyatakan, jangan sampai pasangan calon menganggap Deklarasi Kampanye Damai sebagai seremonial belaka. Tetapi, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Pada acara deklarasi, perwakilan tokoh agama menyampaikan pernyataan yang pada intinya agar Pemilukada Sumsel dapat berjalan dengan damai. Selain itu, juga dilakukan pelepasan 27 burung merpati sebagai lambang perdamaian, dan pemungutan suara Pemilukada Sumsel akan dilakukan pada 27 Juni mendatang. #arf/nti/ard 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here