Karate Piala Pangdam, Rezeki Bagi Pedagang Kaki Lima

BERJUALAN-Sejumlah pedagang meraup rezeki pada pagelaran Tournament Piala Pangdam.

Palembang, SumselSatu.com

Open Tournament Karate Piala Pangdam Tahun. 2017 yang digelar di Markas Jasdam II/Swj, 11 s.d 13 September 2017, rupanya memberikan berkah bagi pedagang kaki lima. 

Setidaknya ada belasan pedagang kaki lima berjejer rapi menjajakan dagangannya tidak jauh dari lokasi pertandingan. Para pedagang dadakan ini pun meraup untung hampir lima kali lipat. 

Sosi (30), salah seorang pedagang mengaku beruntung bisa menggelar dagangan dalam even tingkat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dalam satu hari, omzet kotor yang diterima pedagang ini mencapai Rp1,6 juta/hari.

“Kami buka sejak pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Satu hari bisa dapat uang Rp1,6 juta. Alhamdulillah, berjualan di sini laku keras. Kakak saya saja sekarang lagi beli lagi barang dagangan di Indo Grosir, soalnya sudah banyak yang habis,” ujar dia saat penutupan Open Tournament Karate Piala Pangdam Tahun 2017 di GOR Markas Jasdam II/Swj, Rabu (13/9/2017).

Pria yang menjajakan minuman dan makanan ringan ini mengaku jika keuntungan yang diperoleh dari nilai jual dagangan yang cukup tinggi. Seperti mie instan dijual Rp8000, kopi hitam dan kemasan Rp4000, air mineral berkisar Rp. 4.000-Rp.5.000 dan beberapa makanan lainnya.

“Sengaja kami jual agak lebih tinggi dari pasaran karena harus menyediakan air panas untuk mie instan dan kopi,” ujarnya.

Dia mengaku lebih suka berdagang di lokasi acara dibanding harus menetap di suatu tempat. Bahkan, dia sudah mengantongi beberapa lokasi acara untuk didatangi seperti acara wisuda, kontes burung dan lainnya.

“Namun ada juga duka dalam berdagang seperti ini, kadang sudah jauh-jauh ke lokasi acara, sampai di sana tidak diizinkan panitia terpaksa kita balik kanan. Beruntung saat acara Open Tournament Karate Pangdam Swj kami diizinkan untuk berjualan,” katanya.P

Pada masa musim haji, sambung dia, pihaknya nekat menggelar dagangan di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, seperti Martapura, Banyuasin, Kayuagung dan Indralaya. Dari Palembang, para pedagang ini melakukan konvoi menuju lokasi sejak tengah malam.

“Sewaktu di Indralaya kami ditolak berjualan, otomatis kami harus pulang dengan tangan kosong,” ucapnya sedih. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here